Part 58 Kematian

269 11 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

“Lo tau dari mana kalau nyokap gue kecelakaan?”

“Kemarin gue ke rumah sakit buat periksa terus nggak sengaja liat tante Qiana masuk ruang ICU. Tadinya gue mau ke sana, tapi keburu pingsan duluan.”

Sekali lagi Ola menghela napas panjang. Entah kenapa ia merasa aneh dengan Nayya. Ya, ucapannya memang masuk akal dan seharusnya ia percaya.

Namun, nyatanya ia masih saja memikirkan ucapan Nayya membuatnya lambat laut mulai berpikir apakah Nayya yang jujur atau malah sebaliknya?

“Dek.”

Untung saja panggilan itu membuat lamunan Ola buyar. Gadis itu mendongak menatap Ferel sudah beranjak dari duduknya.

“Makan dulu, yuk! Biar Farel yang jagain mama,” ajak Ferel yang dianggukkan kepala oleh Ola.

Sejenak ia menatap maminya yang sedang tertidur setelah tadi minum obat. Nasib baik keadaan maminya tidak buruk, tetapi ini baru awalan bisa saja sosok itu akan kembali mencelakai sang mami lebih parah lagi.

“Kamu mikir apa, Dek? Yuk, mama juga mendingan. Paling besok udah bisa pulang.” Ferel langsung saja merangkul Ola keluar menuju kantin di rumah sakit.

Saat menyantap makanan masing-masing sesekali Ferel mengajak Ola berbicara entah itu hanya menanyakan bagaimana dengan sekolahnya? Bagaimana hubungannya dengan Esa? Dijawab oleh Ola seperlunya saja.

“Dek, kamu punya masalah?” tanya Ferel yang sedari tadi melihat Ola seperti tak nafsu makan gara-gara banyak pikiran. “Kalau ada masalah cerita, ya sama abang. Jangan dipendam sendiri.”

Lantas, Ola tersenyum tipis. “Cuman masalah tugas sekolah, Bang. Ola masih bisa ngatasin, kok.”

Usai pembicaraan itu keduanya pun kembali tenang, tetapi makanan Ola harus terganggu begitu ponselnya berbunyi dan saat mengambil ponselnya di tas ternyata berasal dari Esa.

‘Kena—’

‘Sekarang ke kantor polisi!’

Tiba-tiba saja sambungan terputus setelah Esa menyuruhnya ke kantor polisi. Ia mengernyit bingung

“Bang, Ola keluar bentar, ya?”

“Mau ke mana? Perlu abang anter?”

“Nggak usah, Bang. Ola cuman ke rumah teman soalnya ada ketinggalan.”

Terpaksa Ola berbohong. Jika berkata jujur akan ke kantor polisi bisa-bisa abangnya itu khawatir dan mau ikut juga.

Setelah berpamitan Ola memasuki mobil merahnya membelah jalanan menuju ke kantor polisi yang jaraknya tak terlalu jauh jika dimulai di rumah sakit AJ.

Kebingungan pun melanda Ola begitu sampai malah melihat kerumunan banyak orang. Entah apa yang terjadi di dalam dan untungnya di tengah-tengah kerumunan itu Esa ada.

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang