Aku up🤭jangan lupa tinggalkan jejak 👣

***
“Ola, aku sudah nyaman berada di tempatmu. Boleh aku menetap di sini saja? Aku udah nggak kuat berada di tempatku ....”
Ola yang baru saja tersadar bahwa dirinya berada di tempat nan gelap dengan suara yang entah berasal dari mana. Namun, rasa penasaran Ola terjawab begitu ia menyaksikan sendiri bagaimana kemunculan seseorang tepat di depannya.
Membuatnya benar-benar tak percaya adalah bahwa sosok di depannya itu mirip dengannya.
“Lo siapa? Kenapa ... kenapa wajah kita mirip?” tanyanya gemetar ketakutan.
Sosok yang mirip dengan Ola malah tersenyum tipis membuat Ola semakin tidak mengerti dengan situasi yang dirinya hadapi sekarang.
“Aku sudah pernah mengatakan. Aku ini kamu dan kamu adalah aku. Kita berdua orang yang sama. Hanya saja berbeda tempat.”
Lantas Ola mengernyit tidak mengerti. “Maksud lo apa?”
“Sebentar lagi kamu akan mengerti,” ucap sosok itu yang perlahan menjauh membuat Ola tentu saja tak tinggal diam.
Ia berusaha untuk mengejar sosok itu dan menggapainya, tetapi tak bisa begitu sebuah cahaya menghalangi penglihatannya.
“Jangan pergi!”
Ola sontak membuka matanya dengan napas memburunya yang ternyata hanya sebuah mimpi. Ia berniat bangkit dari tidurnya, tetapi ada yang aneh.
Ia melihat kedua tangan dan kakinya diikat membuatnya membulatkan mata sempurna. Ia baru teringat. Di perjalan pulang bersama dengan Esa tiba-tiba saja ada yang mengikuti dari belakang dan akhirnya Esa turun melawan sosok itu yang sayangnya Esa kalah begitu sosok itu entah menyemprotkan apa kepada Esa.
Ia terakhir kali mengingat bahwa dirinya dibius dan setelah itu ia tidak ingat apa-apa. Tahu-tahu sudah berada di tempat yang pencahayaan hanya di jendela kecil.
“Siapa lo?!” teriaknya begitu melihat kehadiran sosok yang memakai pakaian serba hitam. “Lo?” Ia sontak membulat begitu melihat ciri-cirinya persis dengan pembunuh yang dirinya lihat di hutan Blora.
Ola berusaha untuk melepaskan diri begitu sosok itu malah mendekatinya dan tanpa ia duga mengeluarkan sebuah pisau di balik jaket hitamnya itu.
“Tolong lepasin gue. Gue nggak salah apa-apa.” Ola mulai menyerah. Ia hanya bisa pasrah jika memang inilah akhirnya.
Semakin mendekat sosok itu semakin membuat Ola memejamkan matanya penuh. Ia berharap ada keajaiban dan benar saja, tiba-tiba ia mendengar suara sesuatu yang dihentakan begitu keras.
Begitu membuka matanya ia dikejutkan dengan sosok itu yang terlempar di pojok ruangan.
“Keen?!” Lebih terkejutnya lagi melihat keberadaan Keen di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Antagonis! [COMPLETED]
FantasyHari sebelumnya yang dirasakan Ola serasa beda ketika pertama kalinya ia terbangun dari pingsannya sehabis mendonorkan darah. Bagaimana tidak? Ia yang biasanya selalu mendapatkan kasih sayang oleh orang sekitarnya mulai menghilang. Keluarga yang me...
![Bukan Antagonis! [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/307510438-64-k470167.jpg)