Hari sebelumnya yang dirasakan Ola serasa beda ketika pertama kalinya ia terbangun dari pingsannya sehabis mendonorkan darah. Bagaimana tidak? Ia yang biasanya selalu mendapatkan kasih sayang oleh orang sekitarnya mulai menghilang.
Keluarga yang me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Akibat semalam ia tidak bisa tidur berakhir Ola tidur di dalam kelas saat jam pembelajaran berlangsung dan karena hal itu, ia dikeluarkan dari kelas membuatnya untuk pertama kali saat duduk di bangku sekolah menengah atas ia di keluarkan dari kelas dengan cara yang tak terhormat.
Masih baik hanya di keluarkan belum dihukum di tengah lapangan yang begitu panas. Iya, dirinya memang tidak dihukum, tetapi Esa lah yang dihukum.
Tampak Esa berdiri di tengah lapangan menghadap ke bendera sembari hormat bersama dengan keempat sahabatnya itu. Definisi sahabat yang setia. Satu yang urakan semuanya pun ikut-ikutan.
Tak terlalu peduli ia lebih memilih untuk ke UKS saja untuk tidur. Jika petugas UKS datang ia tinggal bilang saja tidak sehat lagi pula keadaannya sudah sama seperti orang yang sakit.
Namun, karena haus terpaksa ia berputar balik ke arah kantin. Ia hanya membeli Floridina seharga empat ribu, lalu kembali ke kelas begitu mendapat pesan dari Via bahwa jam pelajaran ketiga free class alias gurunya tidak masuk yang katanya sedang lahiran.
Ke kelas pun ia tak melihat keberadaan Via. “Ada yang liat Via?” tanyanya kepada beberapa orang yang berada di dalam kelas.
“Dia barusan dipanggil buat latihan bulu tangkis.”
Seketika Ola duduk dengan menenggelamkan wajahnya di atas meja. Katanya beberapa hari lagi Via ada perlombaan bulu tangan antar sekolah karena sahabatnya itu pintar sekali dalam bidang itu, makanya Via yang terpilih melewati seleksi yang ada.
Beberapa menit sibuk menutup kedua matanya, lalu mendongak ke depan dengan pandangannya sedikit kabur akibat terlalu lama menenggelamkan wajahnya di kedua lipatan tangannya.
Kelas yang tadinya bersisik, tiba-tiba senyap. Semuanya keluar kelas kecuali dirinya dan juga ... Nayya. Ia menatap Nayya yang sedang menutup kedua telinganya menggunakan earphone seraya menulis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejenak ia menatap Nayya sebelum akhirnya menoleh mengambil Floridina yang masih baru itu di atas mejanya. Niatnya ingin minum, tetapi tak jadi begitu ia melihat Nayya tiba-tiba saja keluar.