Part 12 Dewa Penolong

609 32 0
                                        

Salam pejuang hidup✨
Maaf jarang up, tapi aku usahakan up secepatnya dan mungkin beberapa terakhir ini nggak up dulu. Selain karena paket habis juga banyak yang harus ku urus.

Selamat menyelami dunia aneh.

Selamat menyelami dunia aneh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

“Shit!”

Sekian kalinya Esa mengumpat kasar sepanjang berlari menyusuri trotoar jalan menuju Starling tanpa membawa motor saking terburu-burunya hanya mendengar satu nama yang berhasil membuat darahnya mendidih.

Sayup-sayup terdengar suara ramai yang berada tepat di depan gerbang SMA Starling dengan begitu banyak motor bersama dengan sang pemilik.

“Gue di sini.”

Sosok yang berada paling depan dengan membawa pemukul bisbol berbalik badan diikuti dengan anggota lainnya.

Di sana berdiri sang musuh yang sudah dari tadi mereka tunggu-tunggu. Keributan yang sempat terjadi dengan melemparkan batu ke dalam sekolah seketika terhenti begitu musuh sudah berada di depan mata.

“Akhirnya lo datang juga,” ucap salah satu cowok jangkung dengan mata elangnya itu berjalan ke depan mendekati Esa dengan jaket hitam bergambarkan singa bertuliskan Vangster yang melekat erat di tubuhnya.

“Mau lo ap ….” Hampir saja Agam melangkah jika tidak ada Esa yang berada di depan menahannya disertai sebuah isyarat untuk tidak menyerang.

“Biar gue,” ucap Esa melirik Agam sejenak hingga kedua netranya itu kembali menatap sang musuh dengan begitu tajam. “Maksud lo apa nyerang sekolah?”

Sosok cowok itu yang merupakan sang ketua menyahut, “Lo dan anggota lo udah lama sembunyi dari kami. Satu-satunya yang bisa buat kalian keluar dari kandang adalah nyerang sekolah kalian.”

“Masalah kita, ya masalah kita! Jangan sangkut pautkan sama sekolah.” Nabil membalas yang biasanya selalu melemparkan lelucon kini sangat serius. “Kalian semua ini nggak lebih dari kata pengecut yang taunya nyerang secara diam-diam!” lanjutnya.

“Kalian yang pengecut! Lari dari tanggung jawab.” Aksa, anggota inti Vangster membuka suara. “Setelah membunuh salah satu dari kami kalian langsung lari gitu aja! Apa namanya kalau bukan pengecut? Oh, atau banci? Kayaknya sebutan itu lebih cocok buat geng motor sampah kayak kalian!”

Terdengar tawa dari anggota Vangster membuat geng Bruiser tentu saja sangat marah mendengarnya apalagi melihat tawa dari sang musuh yang penuh dengan ejekan membuat mereka semakin dibuat geram saja.

“Bangsat!” teriak Yuda penuh kemerahan dengan kedua tangannya yang sudah dari tadi dikepal kuat. Ia hampir saja ingin menyerang Vangster jika tak mendengar suara dari sang ketua.

“Tahan, Yud.” Esa berusaha untuk mencegah Yuda karena bagaimanapun dari semua anggotanya Yuda lah yang mempunyai emosi di atas rata-rata.

“Tapi, Sa mereka udah injak-injak harga diri Bruiser.” Yuda sudah tak tahan lagi. Cowok itu bahkan sudah siap memukuli wajah musuhnya itu dengan kuat setidaknya membuat mulut mereka tidak bisa terbuka lagi.

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang