Jadi, guys dari awal ceritanya itu tentang remaja fantasi, ya. Dari awal cerita dibuat udah buat aku plotnya jadi gini. Semoga tetap suka, ya.

***
“Apa yang kau lakukan?! Memindahkan energimu ke dalam benda mati? Itu, dapat membuat langit hancur!” marah raja Atur. “Hal ini tak dapat dimaafkan lagi. Langit, berikan dia hukuman yang tak terlupakan!”
“Maaf, Paduka.” Keen membuka suara memberanikan diri menatap raja Atur. “Saya dalam hal ini memang bersalah, tapi Paduka lebih bersalah lagi karena tidak memberitahu saya konsekuensi yang akan dihadapi oleh Ola jika hamba mengambil energi.
“Berani kau!” tunjuk raja Atur sontak berdiri dari duduknya menatap Keen tajam. “Langit, bawa dia sekarang!”
“Baik, Paduka.”
Langit membawa Keen dengan terpaksa Keen mengikut menerima hukuman yang akan diberikan oleh Langit yang ternyata membawanya di bawah istana yang merupakan hukuman terparah di Istana Langit angit.
“Maaf, Keen. Kau harus menjalankan hukumanmu sesuai yang kau langgar,” jelas Langit yang sebenarnya tak tega melihat Keen dihukum.
Keen tersenyum tipis. “Tak apa. Kau sudah berusaha.”
Perlahan Keen mulai berjalan ke arah lingkaran yang penuh dengan kobaran api dan pada saat yang bersamaan sayapnya keluar. Itu, pasti karena Langit.
Jika sayapnya ikut terbakar maka untuk sementara waktu ia tidak bisa terbang bahkan tak bisa ke bumi. Dengan terpaksa ia masuk ke dalam kobaran api yang begitu panas.
“Ah!” teriaknya kesakitan dan kepanasan.
Keen terduduk lemas dengan terus-menerus berteriak kesakitan sesekali menarik rambutnya untuk bisa mengurangi rasa sakitnya yang semakin menjadi-jadi.
“Keen!” teriak Ola.
Gadis itu berada di sana menyaksikan Keen yang dihukum memasuki kobaran api itu. Ia berniat berlari menolong cowok itu, tetapi tubuhnya tidak dapat digerakkan.
Seolah-olah Keen adalah sebuah tontonan. Mendengar nada kesakitan dari Keen membuat Ola menangis berteriak untuk menghentikan semuanya.
Ia menoleh menatap Langit yang juga sedang memerhatikan Keen. “Langit, tolong selamatkan Keen.”
“Inilah hukuman bagi para dewa yang melanggar peraturan istana langit, jatuh cinta kepada gadis manusia,” ucap Langit masih menatap Keen, tetapi seolah-olah dapat mendengar suara Ola.
“Non Ola.”
Kedua mata Ola terbuka lebar. Ia langsung saja terbangun dari tidurnya menatap sekitarnya dengan keringat sudah membanjir wajahnya.
“Keen, Keen!” panggil Ola berkali-kali dengan begitu khawatir.
“Non Ola tenang dulu.”
Tiba-tiba saja Ola terdiam menatap bi Siang. Ia memerhatikan bahwa sekarang ini ia berada di kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Antagonis! [COMPLETED]
FantasyHari sebelumnya yang dirasakan Ola serasa beda ketika pertama kalinya ia terbangun dari pingsannya sehabis mendonorkan darah. Bagaimana tidak? Ia yang biasanya selalu mendapatkan kasih sayang oleh orang sekitarnya mulai menghilang. Keluarga yang me...
![Bukan Antagonis! [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/307510438-64-k470167.jpg)