Hari sebelumnya yang dirasakan Ola serasa beda ketika pertama kalinya ia terbangun dari pingsannya sehabis mendonorkan darah. Bagaimana tidak? Ia yang biasanya selalu mendapatkan kasih sayang oleh orang sekitarnya mulai menghilang.
Keluarga yang me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
“Mi, liat kalung aku nggak?”
Qiana yang sedang menonton tayangan televisi di depannya itu seketika menoleh menatap Ola dengan mengerutkan keningnya.
“Loh? Terus yang kamu pakai itu apa?”
“Bukan yang ini, Mi, tapi yang satunya. Badulnya bentuk love terus ada mahkota di atasnya,” jelas Ola menyebutkan ciri-ciri kalung Keen.
Ia sangat ceroboh. Karena terlalu senang dengan kalung pemberian papinya ia sampai-sampai melupakan kalung pemberian Keen yang tak kalah berharga dan kini kalung itu hilang.
“Memangnya kamu simpan di mana?” tanya Qiana.
“Kemarin aku simpan di sini, Mi,” tunjuk Ola di atas meja tempat kemarin ia menaruhnya. “Tapi, kok sekarang hilang.”
“Ada apa, nih ribut-ribut?”
Prabu yang baru saja datang dari kantor seketika mengerutkan keningnya bingung melihat sang istri dan putrinya sedang membicarakan sesuatu yang tampaknya serius.
“Ini, Pi kalung Ola hilang,” sahut Qiana membuat Ola mengangguk.
Mendengarnya membuat Ola menghela napas lega. “Terus kalungnya di mana, Pi?” tanyanya tak sabaran.
“Sebentar, ya papi ambilkan di ruangan papi.”
Ola akhirnya menunggu harap-harap cemas. Semoga saja itu memang benar kalung pemberian Keen. Beberapa saat kemudian papinya datang, tetapi dengan raut wajah yang ikutan panik juga.
“Kalungnya hilang.”
Seketika Ola kembali dibuat panik. “Kok, bisa, Pi? Papi benar-benar nyimpan kalung Ola, ‘kan?”
“Coba Papi inget di mana terakhir kalinya nyimpen kalung Ola,” ucap Qiana.
Prabu pun berusaha mengingat hal yang dilakukan kemarin. Waktu itu ia masuk ke dalam ruang kerjanya dan menyimpan kalung Ola di sebuah kotak setelahnya menaruhnya di atas meja.
Tiba-tiba Farel masuk memberikannya undangan kegiatan yang ada di kampus dan tanpa sengaja melihat kotak itu lalu ....
“Ah, papi inget sekarang!” seru Prabu. “Kalung kamu diambil abang kamu, Farel.”
Ola kembali berlari menuju ke kamar Farel bahkan sesekali memanggil abangnya itu yang sayangnya tidak mendapatkan respons.
“Kenapa, Dek? Teriak-teriak manggil abang?” tanya Farel yang baru saja keluar dari toilet.
“Apa liat nggak kalung aku?” tanyanya membuat Farel sejenak terdiam. “Kalung dengan bandul love terus di atasnya ada mahkota gitu, Bang,” jelasnya yang berhasil membuat Farel berseru heboh.