Ekstra Part 2

807 18 2
                                        

Ada satu lagi, heheh. Ini yang terakhir, ya. Semoga suka dengan ekstra part terakhir ini, yang pasti buat kalian senang.

***

“Kamu ngapain ke sini? Mending pulang, sana ke atas!”

Ola berniat menutup pintu rumahnya jika saja Keen tidak menahannya alhasil pintu kembali terbuka lebar mengingat tenaga cowok itu lebih kuat.

Hal itu membuat Ola semakin kesal dengan langsung berbalik membiarkan Keen masuk mengejarnya.

“La, aku cuman ada urusan bentar. Sumpah, aku nggak akan ke sana lagi.”

“Terus ada urusan apa kamu ke sana?” tanya Ola bersedekap dada.

Tentu saja kemunculan Keen beberapa Minggu yang lalu saat pertama kali bertemu dengan Keen di kelas. Ia tak menyangka ternyata cowok itu diberikan kesempatan oleh raja Atur untuk tetap hidup karena selama ini cowok itu juga sudah banyak berkorban untuk Istana Langit.

Sebagai imbalannya Keen kembali hidup dengan berinkarnasi sebagai manusia biasa bukan lagi sebagai dewa dan kemarin cowok itu kembali menghadap ke Istana Langit. Tentu saja Ola takut jika Keen tidak kembali lagi.

“Aku cuman menghapus luka di tangan aku ini,” jawab Keen memperlihatkan tangan kirinya yang dulunya terdapat luka kini sudah menghilang sepenuhnya.

Ola sempat senang hingga kembali membuang muka pura-pura ngambek. Ia pun langsung saja berbalik melangkah tak memedulikan teriakan Keen.

“Keen?” Farel datang dari arah kamarnya. “Kenapa lagi?” tanya Farel sempat menatap wajah cemberut Ola.

“Biasa, Bang.”

Farel mengangguk paham. Ia sontak menepuk-nepuk bahu Keen sambil mengucapkan, “Cewek emang gitu. Jadi, yang sabar aja, Bro apalagi cewek modelan kayak Ola. Nah, dari pada lo ke sini sia-sia aja mending mabar sama gue.”

Tidak buruk juga. Lantas, Keen mengangguk menerima tawaran Farel. Keduanya bersiap memasuki kamar Farel jika saja Ola tak datang langsung menarik paksa Keen.

“Abang ngapain nyuri Keen?” tanya Ola sewot.

“Loh? Bukannya kamu yang buang, Dek? Daripada mubazir mending abang pungut,” balas Farel dengan santainya menaruh kedua tangannya di saku celananya.

“Nggak boleh! Keen cuman milik Ola!” tekan Ola tak mau dibantah lalu membawa Keen turun ke bawah.

Keen hanya bisa menurut saja. Melihat tingkah abang dan adik tadi membuat Keen menggelengkan kepalanya. Memang dirinya sampah yang dibuang lalu dipungut kembali.

“Cepat ngomong! Aku nggak suka basa-basi.” Ola dengan masih wajah ngambeknya.

“Aku ke sini sebenarnya mau ngajak kamu keluar, tapi kalau kamu masih marah sama aku, ya udah aku pulang. Besok aku ke sini.”

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang