Part 27 Perasaan

498 19 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Jika semuanya memilih untuk menghabiskan waktu jam kosongnya di kantin atau luar kelas berbeda dengan Ola dan Nayya yang menghabiskan waktunya di dalam kelas sambil melemparkan cerita satu sama lain.

Sesekali keduanya tertawa yang untungnya kelas terasa sepi mungkin ada satu atau dua orang saja di dalam sedang tertidur selebihnya memilih keluar.

“Kak, lo dipanggil Bu Cia.”

Seorang siswi yang merupakan adek kelas muncul membuat Ola dan Nayya yang sibuk tertawa sontak menoleh.

“Oke, dek lo duluan aja nanti gue nyusul. La, gue ke ruang jurnalistik dulu, ya,” pamit Nayya.

Tentu saja membuat Ola cemberut. Sahabatnya itu terlalu sibuk dengan ekskul sehingga ia sering ditinggal sendiri.

“Mending lo cari teman, gih!” saran Nayya seolah tahu dengan isi pikiran Ola. “Atau nggak lo ke kelas Keen aja, TTM lo itu.”

Ola sudah siap melemparkan buku di tangannya itu ke Nayya jika saja sahabatnya itu tidak menghindar dan malah kabur membuatnya memberengut kesal. Lagi-lagi ditinggal sendiri.

Merasa bosan di kelas akhirnya ia memutuskan untuk keluar kelas saja. Sepertinya ia harus mencari kesibukan seperti Nayya. Apa ia join ekskul saja? Hitung-hitung ada kegiatan, tetapi sayangannya ia orang yang malas jika ada pertemuan apalagi mendadak. Maka dari itu sampai sekarang ia tidak berminat sama sekali ikut ekstrakurikuler.

Saat berkutat dengan pikirannya itu kedua matanya tanpa sengaja mengarah kepada sosok Keen yang tengah berjalan sambil membaca buku. Tiba-tiba saja ia berhenti memandangi Keen yang begitu serius membaca buku seolah-olah buku itu lebih menarik daripada hal-hal yang berada di sekitarnya.

Jika diperhatikan lebih jelas lagi Keen itu ganteng malah dua kali ganteng dibandingkan Esa apalagi jika cowok itu tersenyum. Siapa saja yang  melihatnya pasti akan meleleh dibuat. Lama mengamatinya, tiba-tiba saja tanpa ia duga Keen mendongak dan matanya bertemu dengan mata cowok itu yang berhasil membuatnya membuang muka secepatnya.

Ia tertangkap basah dan hal itu, sangat memalukan. Ia berusaha terlihat biasa-biasa saja begitu tahu Keen sedang berjalan ke arahnya.

“Ha–i, Keen,” sapanya gugup.

“Sendiri?”

“Iya, nih soalnya Nayya lagi sibuk,” sahutnya yang berusaha terlihat biasa-biasa saja.

“Mau ke perpustakaan bareng gue?”

Sejenak Ola terdiam sesekali menggaruk belakang kepalanya bingung. Sebenarnya malas sekali ke perpustakaan. Ia sangat malas membaca, tetapi daripada sendirian mending ke perpustakaan ada yang menemaninya.

“Boleh.”

Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan ke arah perpustakaan dengan keheningan yang melanda mereka karena sedari tadi Keen masih sibuk dengan buku di tangannya membuat Ola yang berada di samping berasa dianggurin.

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang