Part 64 Petunjuk

227 11 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Raja menyuruh kau menghadap kepadanya."

Langit tiba-tiba muncul di ambang pintu perpustakaan, lalu berjalan duluan meninggalkan Keen yang malah masih penasaran dengan buku yang terbang itu.

Karena tidak ada waktu lagi Keen mulai mengerahkan kekuatan kepada buku itu dan secara mengejutkan buku itu menghilang.

"Hormat hamba, Paduka," salam Keen menunduk kepalanya.

"Angkatlah kepalamu, Keen!" perintah raja Atur membuat Keen perlahan mendongak menatap raja Atur yang sedang duduk di singgasananya dengan dua dayang yang terus mengipasi sang raja.

"Ingat, Keen waktumu tak banyak lagi. Tersisa enam hari dan kau harus bisa mengambil energimu kembali. Keseimbangan langit semakin memburuk."

"Baik, Paduka. Secepatnya hamba akan membereskannya."

"Ya, sudah kau bisa kembali ke bumi."

Keen mengangguk undur diri. Saat ia akan keluar Langit masuk ke dalam. Mulai berjalan dengan santainya, tiba-tiba ia hampir melupakan sesuatu.

Ia lupa menanyakan buku yang mengeluarkan cahaya dan terbang di perpustakaan. Siapa tahu raja Atur tahu sesuatu. Saat akan kembali ke dalam, tiba-tiba ia mendengar namanya disebut dan Ola.

"Mungkin ini agak susah, Paduka mengingat sepertinya Keen memiliki perasaan kepada gadis manusia itu."

Suara Langit terdengar.

"Kau tenang saja. Saya tahu Keen lebih siapa pun. Dia akan melakukan apa pun demi melindungi langit. Lagi pula gadis manusia itu secara perlahan akan mati begitu Keen menyerap semua energinya."

Mendengar sebuah kebenaran itu membuat Keen tanpa sadar mengepalkan tangannya. Raja tidak pernah memberitahukannya konsekuensi jika ia mengambil energinya di dalam diri Ola yang ternyata mengancam nyawa gadis itu.

Ia berniat protes kepada raja Atur, tetapi langkahnya terhenti. Percuma saja ia melayangkan protes karena raja tetap tidak mau mendengar, raja Atur tetap pada pendirian awalnya.

Ia pun memutuskan kembali ke bumi lebih tepatnya di rumahnya. Sampai di kamarnya Keen langsung saja berpikir mencari cara agar tak mengancam nyawa Ola.

Di satu sisi jika ia tak mengambil energi itu, maka keseimbangan langit akan goyah dan hancur. Di lain sisi, keselamatan Ola juga sangat penting. Ia tak mau melukai gadis itu, hanya karena dirinya.

Buku! Ia mengingat mengambil buku yang terbang di perpustakaan tadi tanpa sepengetahuan siapa pun. Mana tahu di sana ada sebuah petunjuk.

Namun, saat melihat bukunya saja yang tak terdapat judul membuat Keen urung membukanya. Sepertinya hanya buku kosong. Judulnya saja tidak ada apalagi isinya.

Secara mengejutkan buku itu tiba-tiba kembali mengeluarkan cahaya membuat Keen yang berniat beranjak ke kamar mandi sontak menatap buku itu lama.

Tiba-tiba buku itu terbuka sendiri tanpa ada yang membukanya. Akhirnya Keen kembali duduk meraih buku yang terdapat tulisan di sana.

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang