Hari sebelumnya yang dirasakan Ola serasa beda ketika pertama kalinya ia terbangun dari pingsannya sehabis mendonorkan darah. Bagaimana tidak? Ia yang biasanya selalu mendapatkan kasih sayang oleh orang sekitarnya mulai menghilang.
Keluarga yang me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Dunia paralel menggambarkan kehidupan seseorang yang mirip dengan diri kita yang 'lain' berada di tempat atau dimensi yang berbeda. Kehidupan yang berbeda-beda. Penghubung untuk bertemu dengan sosok yang mirip dengan kita salah satunya lewat mimpi. Hal ini banyak dipercaya banyak orang apalagi metode ini banyak dibahas oleh para ahli. Hanya saja ini juga merupakan rahasia alam.
Dengan demikian Ola percaya bahwa dunia paralel itu ada. Buktinya ia mengalami hal yang serupa. Entah bagaimana caranya ia bisa terlempar ke tempat ini dan bagaimana caranya ia bisa pulang?
Ia merindukan kehidupannya dulu. Ia rindu papi, mami, bang twins, Esa, dan Via. Ia merindukan semuanya. Meski di sini mereka ada, tetapi tetap saja mereka orang yang berbeda dengan wajah sama.
“Ternyata lo di sini.”
Suara yang begitu ia tunggu-tunggu membuat Ola sontak menoleh menatap Keen yang berdiri di sampingnya sontak ia beranjak dari duduknya memerhatikan Keen dari atas sampai bahwa, memastikan bahwa cowok itu baik-baik saja.
“Lo nggak pa-pa?” tanyanya.
Keen tersenyum tipis. Senang rasanya ada yang mengkhawatirkan dirinya. Jika di istana tidak ada yang peduli bagaimana dengan kondisinya, mereka hanya peduli bagaimana kekuatan dan kekuasaannya.
“Lo bisa liat sendiri,” jawabnya mendudukkan diri di kursi bersih panjang berwarna putih itu. “Gue mau ngomong sama lo ... tentang alasan gue datang ke sini.”
“Bukannya udah jelas? Lo datang ke sini buat incar gue,” sindir Ola yang kembali duduk.
“Lebih tepatnya energi yang ada di dalam diri lo.”
“Maksudnya?”
Sejenak Keen menatap luka di tangan kirinya yang belum memudar. “Luka ini gue dapat saat kejadian delapan belas tahun yang lalu. Waktu itu, Edgar nggak terima gue diberikan kepercayaan untuk mengambil beberapa kekuasaan dan juga kekuatan. Dia marah dan menghancurkan semua seisi langit. Gue berusaha mencegahnya dan pada akhirnya kami berdua terkena hukuman.”
“Hukuman?” Kini Ola menatap Keen menunggu cerita cowok itu berlanjut.
“Iya, karena kelakuan kami bumi juga mengalami ketidak seimbangan dan dampaknya beberapa bayi yang lahir pada saat itu berpindah ke dimensi lain. Istilahnya mereka saling bertukar posisi dan salah satu di antaranya adalah lo.” Sejenak Keen menatap Ola yang terdiam. “Selama ini gue udah membereskan masalah mereka sekarang cuman tinggal lo doang karena tanpa sengaja lo menyerap semua energi gue. Energi yang gue butuhin untuk bisa menjaga keseimbangan yang ada di langit.”
“Kalau gitu kenapa lo nggak ambil energi lo itu di diri gue?” tanya Ola di dalam hati ia berkata agar dirinya bisa kembali ke tempat asalnya.
“Tempat lo itu bukan asal lo sebenarnya makanya gue nunggu waktu sampai lo kembali ke tempa lo semula dan sekarang lo udah di sini, tapi butuh waktu untuk mengambil energi gue.”