Part 54 Damai

266 13 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

“Bang, Vangster datang!” Maurya datang dengan wajah paniknya.

Sontak membuat inti Bruiser berserta beberapa anggota di dalam beranjak bergegas keluar begitu suara deruman motor beramai-ramai terdengar menandakan Vangster sudah sampai di depan markas mereka.

Begitu keluar mereka disuguhkan pemandangan Abimanyu yang memimpin di depan beserta jajarannya membuat Esa yang juga berada di depan memimpin Bruiser maju selangkah.

“Bjir! Mau ngapain lagi mereka ke sini? Nggak puas apa mereka kalah?” Nabil berdecak kesal sembari berkacak pinggang menatap geng Vangster.

Begitu melihat Abimanyu melangkah mendekat membuat Yuda tak mau tinggal diam yang hendak melangkah, tetapi dicegah oleh Agam. Cowok itu menggeleng memberikan kode kepada Yuda untuk tetap di tempat.

“Lo mau apa la—”

“Gue minta maaf,” potong Abimanyu membuat Bruiser tentu saja terkejut.

Apa mereka tidak salah dengar? Seorang Abimanyu, ketua Vangster yang terkenal tak mau mengalah tiba-tiba saja meminta maaf di depan semua orang?

Sorry, selama ini gue nuduh lo yang udah ngebunuh adek gue dan thanks lo udah nemuin pembunuh adek gue yang sebenarnya,” ucap Abimanyu tanpa penyesalan sudah meminta maaf terhadap musuh terbesarnya.

Bahkan cowok itu tak malu menyodorkan tangannya sebagai permintaan maaf kepada Esa sekaligus kepada Bruiser. Setelah beberapa Minggu merenung akhirnya ia sadar bahwa ia tak boleh terlarut dalam kesedihan. Bagaimanapun adiknya sudah tenang di alam sana dan pelakunya sudah menerima ganjarannya.

“Sa, jangan! Bisa aja akal-akalan mereka doang buat ngancurin Bruiser,” ucap Yuda membuat Esa sejenak terdiam menatap Abimanyu yang masih setia menyodorkan tangannya di hadapannya itu.

Lalu tanpa disangka-sangka Esa langsung menjabat tangan Abimanyu yang lagi-lagi membuat mereka terkejut apalagi Yuda yang tak terima jika Esa langsung begitu saja memaafkan Abimanyu.

“Yud, tenang dulu. Gue yakin Esa udah mempertimbangkan semuanya,” ucap Agam berusaha menenangkan sahabatnya itu di sebelah kirinya.

“Gue juga minta maaf kalau selama ini Bruiser buat lo dan Vangster kesal,” balas Esa menatap satu-persatu anggota Vangster. “Dengan ini gue, ketua Bruiser menyatakan damai kepada Vangster!” teriak Esa dengan lantang.

Hal itu berhasil membuat keributan bahkan tak ayal banyak yang tak terima termasuk Yuda dan Prayoga.
Namun, tak disangka-sangka Abimanyu menyatakan setuju untuk berdamai dan langsung memeluk Esa ala-ala cowok.

Melihat ketua mereka yang sudah menyatakan damai membuat anggota Bruiser maupun Vangster berjabat tangan satu sama lain.

Sorry, selama ini gue selalu ngatain lo cowok lemah,” ucap Aksa kepada Nabil setelah berjabat tangan ala-ala geng motor.

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang