Part 10 Mencoba Menerimanya

672 33 1
                                        

Jangan lupa vote dan komen. Maaf baru up sekarang soalnya dunia real life banyak kesibukan tapi aku tetap usahain up secepatnya 🌻

 Maaf baru up sekarang soalnya dunia real life banyak kesibukan tapi aku tetap usahain up secepatnya 🌻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

“Nayy … gue pernah lupa ingatan?”

Nayya yang sedari tadi menyalin tugas dari papan tulis seketika menoleh menatap Ola yang berada di sampingnya. Ia agak terkejut begitu mendengar ucapan yang pertama kali keluar dari mulut sahabatnya itu setelah tadi hanya terdiam melamun.

“Dulu pernah,” ucapnya masih fokus menyalin sesekali mendongak menatap papan tulis di hadapannya.

Begitu mendengar jawaban santai dari Nayya membuat Ola semakin mendekatkan diri ke sahabatnya itu. “Kapan gue lupa ingatan? Maksudnya kenapa gue bisa lupa ingatan?”

Untuk kedua kalinya Nayya dibuat terkejut karena semenjak kejadian insiden lupa ingatan sahabatnya itu sama sekali tak pernah membahasnya lagi.

“Lo lagi ada masalah, ya, La?” Nayya bertanya seraya menutup bukunya. “Lo dari tadi cuman diam aja terus tiba-tiba bahas masa lalu,” lanjutnya yang kini mulai fokus menatap Ola.

Dilemparkan pertanyaan seperti itu membuat Ola membuang muka merasa pertanyaannya tadi itu tak tepat. Seharusnya ia tak usah bertanya, jadi Nayya tak perlu bertanya-tanya aneh kepadanya atau bahkan mencurigainya.

Ini semua gara-gara ucapan dokter Ana yang selalu menghantui pikirannya. Seberapa kuat dirinya untuk tidak percaya semakin kuat juga ingatan itu muncul.

“Gu–e cuman nanya. Emang nggak boleh?” Sekuat tenaga Ola menetralkan raut wajahnya agar terlihat santai yang untungnya Nayya mengangguk percaya. “Entah kenapa hari ini gue pengen banget dengar cerita kejadian setahun yang lalu pas gue lupa ingatan dari mulut lo langsung,” lanjutnya yang sengaja mencari alasan agar Nayya tak curiga.

Saat ini hanya Nayya yang bisa menjelaskan kejadian setahun yang lalu karena jujur saja ia tak ingat apa-apa bahkan merasa tak pernah mengalami hal semacam itu. Ia hanya ingin memastikan bahwa semua yang diucapkan dokter Ana tidaklah benar mengenai dirinya mengalami lupa ingatan atau tidak dapat membedakan halusinasi dan kenyataan.

Mendengarnya berhasil membuat Nayya melongo. Tak disangka Ola yang selama ini tak suka mendengar ceritanya sekarang menyuruh dirinya untuk bercerita. Wah, sebuah keajaiban! Nayya berdecak tak percaya.

“Kejadian apa yang buat gue sampai lupa ingatan?” tanya Ola.

“Lo nggak ingat?” Nayya malah bertanya balik membuat Ola mengangguk jujur. “Lo aja nggak ingat lebih-lebih gue yang nggak tau.”

Mendengarnya membuat kedua bahu Ola yang tadinya ia tegakkan kini turun merasa sia-sia saja sudah bertanya ke Nayya.

“Tapi, lo lupa ingatan gara-gara kecelakaan,” lanjut Nayya yang berhasil membuat Ola mendongak kembali menatap Nayya. “Waktu itu, kalau nggak salah gue dapat kabar dari polisi kalau lo kecelakaan mobil gara-gara nyetirnya terlalu ngebut sampai-sampai rem mobil lo blong dan akhirnya lo nabrak pembatas jalan demi menghindari tabrakan sesama pengendara.”

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang