Part 56 Livina atau Safaluna?

263 12 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Kak, lo bisa nemuin gue di warung mbak Yul? Ada yang mau gue omongin sama lo. Ini mengenai Keen.

Ola yang menerima pesan yang berasal dari nomor tidak dikenal membuatnya mengernyit. Namun, begitu mendengar kata ‘kak’ dan ‘Keen’ ia menjadi tahu siapa yang mengirimkannya. Itu pasti Luna.

Akhirnya ia beranjak pergi dari kantin sendirian mengingat Nayya hari ini tidak masuk karena lagi sakit setelah pulang dari puncak kemarin.
Setelah meminta izin kepada pak satpam akhirnya Ola keluar dari pelataran Starling menuju warung bakso Yu yang berada di seberang sana.

Entah apa yang akan dibicarakan adik kelasnya itu mengenai Keen padahal bisa saja dibicarakan di dalam sekolah saja. Ini malah harus keluar gerbang.

Saat akan menyeberang, tiba-tiba saja ponsel di tangannya berbunyi. Sebuah nomor baru yang pasti merupakan nomor dari Luna. Padahal ia akan segera sampai, tetapi adik kelasnya itu tidak sabaran sekali.

Saat akan mengangkat telepon Ola menyempatkan menoleh sebentar dan matanya sontak membulat begitu sebuah mobil putih melaju cepat ke arahnya membuatnya malah terdiam di tempat hingga akhirnya terdengar suara dentuman.

Ia terjatuh di pinggir jalan lalu beranjak berlari begitu Keen terlempar jauh. Cowok itu lagi-lagi datang menyelamatkannya.

“Keen!” teriaknya panik. “Lo nggak apa-apa?” tanyanya membantu Keen untuk berdiri.

Terlihat cowok itu meringis kesakitan meski hanya luka gores di telapak tangan dan lengannya. Tetap saja Ola khawatir dengan langsung menarik Keen ke UKS.

“Maaf, ya karena gue lo kayak gini,” ucap Ola merasa bersalah seraya mengobati luka di telapak tangan kanan Keen.

“Nggak pa-pa. Lagian cuman luka dikit,” sahut Keen yang sempat-sempatnya tersenyum membuat Ola semakin merasa bersalah saja.

Pasalnya jika Keen selalu berada di dekatnya cowok itu selalu dalam bahaya seperti sekarang ini.

“Lain kali nggak usah nolongin gue. Gue nggak mau lo terluka lagi gara-gara gue.”

Baru saja akan membalas ucapan Ola, tiba-tiba saja Keen mendengar suara Langit yang tentunya hanya ia mendengarnya.

Livi kabur!

Sontak Keen beranjak dari duduknya membuat Ola terkejut dengan pergerakan tiba-tiba darinya.

“Kenapa, Keen?”

“Livi kabur,” jawab Keen sejenak terdiam.

Ia memerhatikan Ola. Jelas sekali mobil itu sengaja ingin menabrak Ola padahal jelas-jelas masih jalanan sangat luas dan Ola pun berjalan hanya di pinggir saja. Ini pasti karena disengaja. Seseorang pasti ingin mencelakai Ola.

“Gue pergi dulu,” pamitnya berlari keluar tak menghiraukan ucapan Ola yang berteriak mengenai lukanya yang belum sepenuhnya diobati.

Sesampainya di istana langit ia langsung saja menuju ke arah Langit yang sudah berhasil menemukan Livi dan kembali mengurung Livi di dalam sel.

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang