Part 47 Kembali

305 12 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

“Ola, bangun!”

Teriakan itu, berhasil mengusik tidur nyenyak Ola. Gadis itu perlahan membuka kedua netranya begitu cahaya mentari mengenai keduanya menembus sela-sela jendela. Tadinya ia ingin kembali tidur, tetapi saat baru mengingat sesuatu barulah Ola terbangun terduduk di atas ranjangnya dengan mata terbuka lebar-lebar.

Ia masih ingat kejadian kemarin. Ia hanya berniat untuk menyiram bunga di samping rumah, tiba-tiba Edgar datang dan membuatnya terus-menerus berteriak kesakitan lalu cowok itu ikut terpental akibat ada serangan dari arah lain setelahnya ia tak ingat apa-apa lagi.

“Ola, udah bangun?! Awas, ya kalau mami masih liat kamu tidur.”

Lagi-lagi suara maminya terdengar membuat Ola sejenak terdiam. Ia menatap kamarnya yang tata letaknya berubah seperti sediakala. Seketika ia membulatkan mata sempurna.

Apa ia sudah kembali?!

Ola langsung beringsut turun dari ranjang berlari menuruni tangga satu persatu, lalu tanpa aba-aba memeluk Qiana yang tengah sibuk menyiapkan hidangan di atas meja.

“Mi, Ola kangen,” ucap Ola.

“Loh? Semalam baru ketemu udah kangen aja sama mami,” balas Qiana mengerutkan keningnya membuat Ola melepaskan pelukan lalu cengengesan. “Dasar kamu! Sekarang siap-siap terus turun ke bawah. Mami udah masak masakan kesukaan kamu.”

Ola menurut. Gadis itu kembali ke kamarnya dengan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dengan senyuman terus terbit di wajahnya. Saat dianggap selesai barulah ia turun ke bawah dan melihat ada papi dan kedua abang twinsnya.

“Papi!” teriaknya langsung memeluk papinya yang sedang duduk. “Ola kangen,” ucapnya yang membuat semua orang yang berada di sana keheranan.

“Kamu kenapa, sih, Dek? Baru aja semalam ketemu makan malam.” Farel membuka suara.

Kini Ola kembali memeluk kedua abangnya itu. “Bang Farel, Bang Ferel Ola kangen sama kalian juga!”

“Apaan, sih, Dek? Mending kamu duduk, makan!” perintah Ferel yang tadinya bersiap ingin memakan rotinya yang sudah ia berikan selai kacang, tetapi terhenti karena kelakuan aneh adiknya.

“Lagian kamu, Dek tumben banget kayak gitu. Biasanya juga adem ayem.” Qiana ikut membuka suara yang mendapatkan anggukan setuju dari Prabu.

“Kayak Ola yang dulu kembali,” timpal Prabu yang hanya mendapatkan senyuman dari Ola.

Ah, melihat mereka semua membuat perasaan Ola menjadi hangat, apalagi ia merindukan sarapan pagi bersama dengan mereka.

Begitu melihat Farel dan Ferel yang sedang makan membuat Ola tiba-tiba saja kepikiran mengenai mereka bukan kedua abang kandungnya. Apa di sini juga seperti itu?

Bukan Antagonis! [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang