Hari sebelumnya yang dirasakan Ola serasa beda ketika pertama kalinya ia terbangun dari pingsannya sehabis mendonorkan darah. Bagaimana tidak? Ia yang biasanya selalu mendapatkan kasih sayang oleh orang sekitarnya mulai menghilang.
Keluarga yang me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Melihat Ola yang tampak tidak baik-baik saja di sana membuat Via tersenyum licik. Ini pembalasannya dan ia senang begitu Ola jatuh.
“Vi, lo kan yang buat Ola kayak gitu?”
Tiba-tiba saja Yuda datang ikut memerhatikan Ola yang terdiam dengan tatapan kosong bersama dengan Keen di samping gadis itu.
“Jangan sampai lo berbuat jahat hanya karena rasa cemburu,” lanjut Yuda membuat Via seketika menatap cowok itu.
“Kamu kenapa malah belain dia? Apa kamu nggak tau gimana dia udah banyak jahat sama aku?”
“Gue tau, Vi dan gue marah kalau ingat semua kejadian itu, tapi Vi. Lo salah. Nggak seharusnya lo balas dia dengan kayak gini,” jelas Yuda berusaha untuk membuat Via sadar bahwa yang dilakukan gadis itu salah.
“Aku cuman peringati dia. Nggak lebih. Aku juga tau batasanku.” Setelahnya Via pergi, tetapi pergelangan tangannya di tahan oleh Yuda.
“Gue nggak bisa tinggal diam kalau sampai lo lakuin sesuatu yang berbahaya.”
***
Keen masuk ke dalam gudang sesekali menatap sekitarnya memastikan tidak ada yang melihatnya. Setelah merasa aman barulah ia melangkah masuk dengan tenang ia mulai menutup kedua matanya dengan tangan ia gerak-gerakan berusaha untuk memunculkan kekuatannya.
Untungnya berhasil. Kekuatannya sudah pulih membuat ia dengan mudah mengetahui siapa sosok yang sudah meneror Ola.
Sayangnya belum sempat ia mencari pelakunya, tiba-tiba saja ia terbatuk mengeluarkan darah segar begitu kekuatan lain menghalangi kekuatannya.
“Kau bisa saja kehilangan kekuatan jika kau menggunakannya sekarang.” Livi datang dengan sebelah tangan kirinya mengeluarkan cahaya merah. “Kekuatan kau masih lemah dan bahkan bisa hilang hanya untuk membantu masalah manusia itu. Ingat, Keen jika kau ikut campur dengan urusan manusia maka kekuatan yang kau miliki akan hilang dan kau bisa menjadi dewa yang paling lemah di sejagat langit.”
“Kalau begitu bantu aku. Bantu aku mencari siapa pelaku yang sudah meneror Ola,” ucap Keen akhirnya menyerah dan hanya Livi saja yang bisa membantunya sekarang.
Gadis itu memiliki kekuatan yang kuat bahkan jika bisa Livi bisa menghancurkan bumi dan seisinya karena saat ini hanyalah Livi orang kepercayaan raja.
“Aku tidak bisa,” tolak Livi membuang wajahnya. “Aku sudah berani kabur dari istana dan akan membantu manusia? Aku tidak mau mendapatkan hukuman dua kali lipat.”
Sial! Keen tidak bisa membantu Ola dengan menggunakan kekuatannya. Terpaksa ia harus mencari pelakunya sendiri. Tak peduli dengan larangan Livi lagi pula kekuatannya masih tersegel jadi ia tergolong manusia biasa.
“Ingat kelemahan yang aku ucapkan.”
Edgar yang sedari tadi menguping pembicaraan keduanya seketika menyeringai. Ternyata sangat mudah menemukan kelemahan seorang Keen Saguna. Hanya dengan satu nama saja, Ola maka ia bisa mengalahkan Keen dan semua kekuasaan berserta kekuatannya akan menjadi miliknya.