Gemuruh

7.6K 372 12
                                        

Rhea sedang menatap dirinya sendiri di depan cermin, sisa tangis masih meninggalkan jejak di matanya yang berkantung dan sayu.

Ia sudah bergelut dengan kehidupan ini selama tiga belas tahun, haruskah ia kalah hanya karena wanita itu datang lagi di hidupnya? Selama ini Ia selalu bangkit dari kematian nya meskipun takdir selalu mempermainkan nya. Tragedi dalam hidup membuatnya tidak mempercayai Tuhan.

"Kau selalu saja mempermainkan ku, tidak peduli seberapa keras usaha ku untuk bangkit kau terus saja menjatuhkan ku. Aku berjalan menyusuri lorong gelap sepanjang hidupku. Aku tidak percaya pada takdir, seberapa pun takdir mengacaukan ku, aku tidak akan kalah. Aku tidak akan kalah..." Ucapnya dengan mata penuh dendam menatap wajahnya sendiri dengan air mata yang jatuh tanpa bisa ia tahan.

"Dosa apa yang telah dilakukan seorang gadis berusia delapan tahun?" Sambungnya lagi.

"Kau lah yang menginginkan ku melakukan dosa sepanjang hidupku, maka aku akan terus melakukan nya!" Rhea mengambil selembar tissue dan menghapus air mata di wajahnya, Ia pun memulai mengoles wajahnya dengan make-up dan lipstick berwarna merah cerah khas wanita penggoda mewarnai bibirnya.

Rhea memakai pakaian yang cukup seksi dan menantang, dress minimalis berwarna hitam itu membuat kulitnya yang sudah putih tampak lebih cerah. di semprotkan nya parfum dengan aroma sweet di titik titik nadinya. Sepasang high heels dan sebuah tas dengan warna putih senada. Membuatnya terlihat sangat menggoda. Memang pada dasarnya Ia adalah gadis yang cantik dan berkulit bersih dan mulus. Apapun yang di kenakan nya akan sangat cocok.

Dengan wajah penuh keyakinan Rhea berjalan keluar dengan menenteng tas dan sebuah mantel berbulu selutut. Entah apa yang akan di lakukan nya dengan style seperti itu, ketika berada di depan gerbang rumah Rayyan ia berpapasan dengan Anthonie. Anthonie yang melihatnya mengenakan pakaian seperti itu membuatnya tertegun sekaligus terkejut.

"Anda mau kemana nona?"

,"Bukan urusan mu."

"Tetapi kau adalah tanggungjawab ku."

,"Tidak ada yang menyuruh mu untuk bertanggung jawab atas hidupku. Hidupku milik ku sendiri...!" Tegas Rhea.

"Tapi nona apakah kau sudah meminta izin pada tuan Rayyan?"

"Dia memang majikan ku, tetapi dia tidak berhak mengatur hidupku. Dan aku dengan sadar dengan arah tujuanku. Jangan ganggu dan jangan mengacau, urus dirimu dan juga Tuan mu itu!" Ucapnya lagi dan pergi, kali ini Rhea berbicara dengan tegas nya. Ia benar-benar menjadi orang lain yang tak di kenali.

Anthonie menjadi khawatir dengan gadis itu, apalagi keluar sendirian dengan pakaian kurang bahan. Haruskah ia melapor pada Rayyan? Ia menjadi bingung sendiri. Ia hanya bisa melihat Rhea menaiki sebuah Taxi dan pergi.

Di dalam taxi Ia mengeluarkan handphone nya dan melakukan panggilan dengan dokter Mike, gadis itu mengajak nya bertemu di sebuah hotel berbintang dan Mike menyetujui nya. Meskipun sedikit heran mengapa Rhea tidak langsung menemuinya di rumah sakit tempatnya bertugas seperti biasa mereka lakukan. Namun Mike tidak berpikir apapun yang penting Ia juga ingin bertemu Rhea, sejak kejadian malam itu ia tidak bisa tidur memikirkan perasaan gadis itu yang sangat hancur pastinya.

Setelah beberapa detik Rhea menyudahi panggilan telepon nya, suara handphone dokter Mike berbunyi tanda pesan WhatsApp masuk. Di sana tertera alamat hotel tempat Rhea mengajaknya bertemu dan dokter Mike pun langsung bergerak menuju ke sana.

Dokter Mike meluncurkan mobilnya dengan laju, nada bicara Rhea sangat berbeda, Datar dan tegas. Rhea selalu ceria dan ekspresif saat bercerita padanya. Tetapi tidak berlaku saat ini, meski hanya melalui panggilan telepon tetapi dokter Mike bisa merasakan dinginnya gadis itu dan hal ini membuatnya sangat khawatir.

My GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang