Until I Found You (5)

16K 768 15
                                        

Menjadi anak terakhir dan perempuan satu-satunya dikeluarga membuat Alula tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Semua keinginannya selalu dituruti hingga dia tumbuh menjadi anak yang manja dimata keluarganya.

Alula memiliki seorang kakak laki-laki bernama Alvin. Usia mereka berbeda sebelas tahun. Selain usia, ada banyak perbedaan mencolok diantara keduanya. Alula manja, cerewet, ceroboh, dan selalu mendapat nilai pas-pasan. Sedangkan Alvin adalah sosok yang mandiri, tak banyak bicara, serius, dan selalu mendapatkan peringkat pertama di sekolah.

Untungnya Alula tidak pernah mendengar kedua orang tuanya membandingkan mereka. Atau menyuruhnya untuk mengikuti jejak kakaknya. Mereka membiarkan Alula menjadi dirinya sendiri dan melakukan apapun yang dia inginkan.

Hal itu yang membuat Alula tidak terpengaruh kerap kali mendengar kakak dari ibu atau ayahnya yang kerap kali membandingkannya dengan sang kakak.

Awalnya begitu. Sampai ketika Alula tidak diterima di Universitas Negeri manapun. Padahal kakaknya menempuh pendidikan hingga S2 di Universitas Negeri ternama. Kenyataan itu membuat Alula merasa begitu kecil dan mulai membenarkan perkataan om dan tantenya, bahwa dia hanya anak manja yang merepotkan dan menghabiskan uang orang tuanya ketika dia memutuskan untuk kuliah di Universitas Swasta dengan biaya yang berkali-kali lipat lebih besar.

Alula yang awalnya bisa mengabaikan, kini selalu memikirkan. Selain karena kakaknya, tapi karena anak om dan tantenya adalah anak berprestasi serta lulusan di Universitas ternama.

"Hayo ngelamun."

Alula tersentak ketika seseorang merangkulnya yang tengah duduk seorang diri di rooftop saat jam makan siang.

"Sel, lo gak kemana-mana?" tanya Alula sambil tersenyum pada temannya itu.

"Gak, gue lagi diet. Gue cuman makan buah tadi. Lo gak makan?" tanya Sellina.

"Gue belum lapar. Oh, iya, gue jadi personal assistantnya Raka," kata Alula yang membuat wajah Sellina langsung berubah.

Sellina sangat terkejut ketika mendengarnya. Dia tau Raka kembali, tapi dia tidak tau soal Alula yang akan bekerja bersama dengan Raka.

"Aduh gue takut Sel. Gue takut gak bisa apa-apa," kata Alula sambil menghela nafasnya pelan.

"Bisa bisa." Sellina berusaha menyemangati dan meyakinkan Alula.

"Gue beneran gak pernah kerja apapun. Ternyata bener kata Om sama Tante gue kalau gue ini cuman anak manja yang gak bisa ngapa-ngapain," ucap Alula pelan.

Gadis itu menunduk dan menatap kedua kakinya. Sedangkan Sellina tersenyum sambil merangkul dan menepuk-nepuk pundaknya.

"Bisa, La. Lo belum coba, kan? Semua orang juga selalu mulai dari awal Alula. Lo gak harus bisa asal lo mau berusaha dan belajar itu bukan masalah. Memangnya gue gak belajar untuk bisa jadi model kayak sekarang? Gua juga gak pernah jadi model sebelumnya," ujar Sellina.

"Gitu, ya?"

"Iya! Udah deh kalau lo overthinking malah semakin buat lo kebingungan nanti. Bawa santai aja." Sellina menasehati Alula agar berhenti memikirkan hal yang belum tentu akan terjadi.

"Oke, santai, ya? Jangan gue pikirin," kata Alula sambil menghela nafasnya panjang.

"Gimana reaksi orang tua dan Kakak lo waktu tau lo ambil kerjaan ini?" tanya Sellina.

"Kaget, tapi mereka dukung keputusan gue kok. Nanya berkali-kali juga tentang kesiapan gue untuk mulai kerja," Jawab Alula dengan jujur.

"Terus?"

"Papi bilang kalau gue gak betah dan ada orang yang buat gue gak nyaman di sini bilang aja." Alula kembali menambahkan apa yang ayahnya katakan padanya.

Until I Found YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang