Extra Part (2)

5.5K 266 10
                                        

••••

••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

••••

"Aku mau tanya sesuatu."

Itu adalah kalimat pembuka yang Alula ucapkan setelah lima belas menit ia dan Raka sama-sama diam. Malam ini keduanya sedang berjalan-jalan ke taman dan tengah duduk berdampingan sambil menatap langit malam yang terlihat cerah dengan bintang-bintang serta bulan yang menghiasinya.

Setelah merasa cukup dengan keheningan ini Alula akhirnya membuka suara. Dia ingin menanyakan sesuatu yang sudah lama sekali ingin ia tanyakan pada suaminya.

Saat ia mengatakan itu Raka langsung menoleh dan mengatakan bahwa ia bisa menanyakan apapun padanya.

"Mas ingat enggak waktu aku ngambil handphone yang tertinggal di rumah kamu waktu itu?" tanya Alula yang membuat Raka menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Yang kita ciuman itu, kan?" kata Raka dengan sengaja.

"Ishhh."

Alula mencubit pelan lengan Raka yang membuatnya tertawa dan mengucapkan maaf. Ia pun meminta Alula untuk melanjutkan pertanyaannya.

"Waktu itu iya kita ciuman ehhh salah Mas yang cium aku!" kata Alula sambil menatapnya dengan sinis.

Raka hanya terkekeh saja menanggapinya. Bagaimana mungkin dia lupa malam itu?

Malam yang membuat keduanya semakin dekat hingga berakhir menikah seperti sekarang.

"Itu kenapaaa??? Aku kaget banget karena kamu tiba-tiba cium aku begitu," kata Alula.

Sekarang ia menatap Raka dan menuntut sebuah jawaban dari pria itu, tapi Raka pun terlihat kebingungan. Sampai sekarang pun ia masih bingung sebenarnya, kenapa dia tiba-tiba mencium Alula?

"Mana besoknya kamu biasa aja lagi. Asal kamu tau yaaa aku enggak bisa tidur semalaman!" kata Alula kesal.

"Aku enggak biasa aja. Aku kepikiran juga," elak Raka.

"Tapi, enggak begitu keliatannya, Mas. kamu keliatan biasa aja waktu kita ketemu," ucap Alula sambil menatap Raka yang sekarang mengusap pelan tengkuknya.

"Ini akan cukup lama ceritanya," kata Raka.

"Aku siap mendengarkan. Cepetan, Mas." Alula terlihat tidak sabar untuk mendengarkan cerita Raka tentang dirinya.

Raka tersenyum tipis. Dia menghela nafasnya pelan sebelum memulai ceritanya.

"Sejak awal bekerja sama kamu, aku biasa aja. Sama sekali tidak ada perasaan apa pun selama kita kerja sama-sama. Sampai ketika kamu bertemu dengan Kaynara," ungkap Raka sambil tersenyum ketika mengingat interaksi Alula dan Kaynara dulu.

Until I Found YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang