Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
Di sepanjang perjalanan pulang, Ralline sibuk memperhatikan interaksi antara Kaynara dengan Alula. Sejak Raka mengatakan untuk langsung pulang ke rumah saja dan tidak mengantar Alula terlebih dahulu dia sudah curiga.
Kenapa gadis itu malah pergi ke rumah anaknya?
Apa keduanya memiliki hubungan spesial?
Ralline bertanya-tanya dalam hati, tapi dia juga tidak bisa memungkiri bahwa melihat interaksi antara Kaynara dengan Alula membuat hatinya menghangat. Melihat Kaynara yang lebih memilih untuk duduk dipangkuan Alula. Serta Alula yang tidak terganggu dan malah memeluk Kaynara dari belakang.
Kaynara tidak berhenti bicara, dia bercerita sepanjang perjalanan yang ditanggapi dengan antusias oleh Alula. Sedangkan Raka, Ralline dapat melihat kalau anak laki-lakinya itu diam-diam memperhatikan Kaynara dan Alula. Seulas senyum tidak bisa Raka sembunyikan ketika melihat interaksi manis itu.
Entah ada hubungan apa diantara mereka, tapi yang jelas Ralline merasa senang karena Raka sudah mau membuka hatinya lagi. Meskipun dibalik rasa senang itu juga ada rasa takut, takut jika hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan berakhir saling menyakiti. Ralline juga takut kalau hubungan itu juga akan menyakiti Kaynara.
Ralline terlalu sibuk dengan segala macam pertanyaan dalam benaknya hingga dia tidak sadar kalau mereka sudah sampai di rumah anaknya.
"Ma? Mama tidak mau turun?"
Suara Raka membuat Ralline tersentak. Dia tersenyum dan langsung ikut turun bersama dengan yang lainnya. Mereka masuk ke dalam rumah mewah milik Raka yang hanya pria itu tinggali bersama dengan Kaynara.
"Alula bagaimana?" tanya Ralline ketika dia berjalan di samping anaknya.
"Nanti Raka yang antar dia ke rumahnya," kata Raka.
Ralline mengangguk singkat. Meskipun ada banyak pertanyaan dalam benaknya, tapi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Ayo Tante Alula."
Kaynara terlihat begitu bahagia karena Alula ke rumahnya. Anak itu menggandeng tangan Alula yang membuat gadis itu tersenyum sambil menatapnya.
"Kaynara sama Tante Alula sebentar, ya? Papa mau ngobrol sama Oma," kata Raka.
Anak itu mengangguk patuh.
"Biarkan saja koper kamu disitu. Saya mau bicara sama Mama sebentar," kata Raka.
Alula mengangguk patuh dan tidak banyak bertanya. Setelah keduanya meninggalkan dirinya bersama Kaynara di ruang tamu, Kaynara menarik tangannya, mengajaknya untuk duduk.
"Kaynara sudah baik-baik aja sekarang?" tanya Alula dengan penuh kelembutan.
"Sudah, kemarin aku takut, tapi sekarang sudah enggak takut lagi. Aku enggak mau dijemput Mama lagi," katanya jujur.