Until I Found You (26)

10.8K 519 174
                                        

Alula tidak tau dia harus lega atau justru panik karena tidak ditanyakan apapun oleh Ibu Raka yang sekarang sudah pulang.

"Kakak bilang apa??" Dengan penuh rasa ingin tau Alula langsung menanyakan hal itu pada Raka. Memastikan kalau mereka tidak dicurigai.

"Saya bilang mungkin kamu di kamar mandi," jawab Raka seadanya.

Alula masih belum puas dengan jawaban itu. Dia ingin bertanya lagi, tapi sentuhan Kaynara di tangannya membuat Alula refleks menunduk dan menatap Kaynara dengan senyuman. Kaynara tidak bicara apa-apa, dia hanya tersenyum lalu duduk dipangkuan Alula. 

Alula tidak bisa menahan senyum. Kedua tangannya langsung memberikan pelukan dari belakang untuk Kaynara. Raka yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum.

"Sepertinya Kaynara memang harus selalu ada di antara kita berdua, Alula," kata Raka sambil tertawa pelan.

Alula berdecak kesal, tapi dalam hati ia juga menyetujui apa yang Raka katakan. Kaynara memang harus ada di antara mereka berdua, jadi bukan mereka yang harus menjaga Kaynara, tapi anak itu yang harus menjaga mereka.

Dia juga tidak tau kenapa jadi begini. Padahal Alula jarang berpacaran bahkan ciuman pertamanya itu Raka. Biasanya ketika berpacaran Alula hanya akan berpegangan tangan, merangkul, memeluk atau mencium pipi dan tidak pernah lebih dari itu.

"Papa."

"Iya, Sayang?"

Kaynara diam sejenak. Dia menatap sang ayah dengan malu-malu sebelum mengajukan sebuah pertanyaan.

"Boleh enggak aku panggil Mama ke Tante Alula?" tanya Kaynara sambil menatap keduanya dengan penuh permohonan

Alula sampai terkejut ketika mendengarnya. Ada rasa aneh yang dia rasakan, tapi dia juga tidak bisa bohong kalau hatinya menghangat ketika mendengar itu. Apalagi melihat Kaynara yang menatapnya dengan raut wajah polos yang penuh harap.

Sama dengan dirinya, Raka juga sama terkejutnya. Dia langsung diam ketika mendengar pertanyaan itu dan langsung melirik Alula yang juga menunggu jawaban darinya.

Tapi, jawaban yang Raka berikan langsung membuat Alula menundukkan kepalanya.

"Jangan dulu, ya."

Bukan hanya Alula, tapi Kaynara juga. Anaknya itu terlihat kecewa dan sedih yang membuat Raka menghela nafasnya pelan.

Apa tidak terlalu cepat untuk itu?

Mereka bahkan masih merahasiakan hubungan ini dari orang-orang. Bukan apa-apa, tapi Raka masih sangat takut dengan tanggapan yang akan diberikan oleh orang-orang pada Alula karena memiliki hubungan dengannya.

Meskipun Alula mengatakan jika dia tidak masalah dengan hal itu, tapi tidak dengan Raka.

"Kenapa? Memangnya Tante Alula enggak akan jadi Mama aku?" tanya Kaynara sedih.

"Bukan begitu. Kaynara, kita udah janji kalau hal ini masih rahasia. Nanti kalau Kaynara panggil Tante Alula dengan sebutan Mama orang-orang pada tau," kata Raka yang membuat Alula menatapnya selama beberapa detik.

Kaynara menghela nafasnya pelan. Anak itu pun pasrah karena tidak bisa memanggil Alula dengan sebutan Mama.

"Alula."

Panggilan itu membuat Alula kembali menatap Raka dan tersenyum.

"Aku ngerti maksud Kakak." Hanya itu tanggapan yang bisa Alula berikan, tapi Raka tau kalau Alula merasa sedih dan kecewa dengan jawabannya.

Tapi, Raka hanya takut kalau gagal. Raka takut membuat Kaynara sedih kalau kenyataannya dia dan Alula tidak bisa bersama.

"Tapi, kalau nanti boleh?" tanya Kaynara, lagi.

Until I Found YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang