Until I Found You (78)

5.3K 339 14
                                        

Memilih untuk mempertahankan Kaynara dalam kandungannya adalah cara yang Caitlyn gunakan untuk membuat Raka menjadi miliknya. Meskipun saat itu ia tau bahwa anak dalam kandungannya bukan anak dari pria itu, tapi hanya itu satu-satunya cara yang bisa ia gunakan agar Raka bisa terus bersamanya.

Sayangnya semua itu tidak semulus dalam bayangannya. Mungkin ketika masih masa kehamilan Caitlyn senang karena Raka yang berusaha untuk menerima kehadirannya, meskipun itu demi anak dalam kandungannya, tapi tidak ketika anak itu lahir.

Kelahiran Kaynara seolah mimpi buruk untuknya saat itu. Dia kehilangan waktu untuk bersenang-senang dan terpaksa meninggalkan pekerjaannya. Tidak bisa pergi berbelanja, pergi ke salon atau hangout dengan teman-temannya.

Dia bahkan selalu terjaga ketika larut malam hingga nyaris pagi karena Kaynara yang saat itu masih bayi selalu menangis. Semua itu membuatnya kesal karena bukan ini yang Caitlyn inginkan. Dia belum siap untuk merawat atau membesarkan seorang bayi.

Dan ya hingga akhirnya Raka memutuskan untuk bercerai ketika usia Kaynara sudah satu tahun. Mulai dari sana kebencian Caitlyn timbul karena kehadiran anak itu membuat Raka rela untuk melepaskan dirinya.

"Gimana rasanya? Gue udah bilang kalau lo salah cari musuh, kan?"

Suara itu membuat Caitlyn yang baru saja selesai menjawab segala bentuk pertanyaan atas tuduhan yang Raka layangkan untuknya mendongak dan mendapati Alula masuk ke dalam. Wanita itu tersenyum dan duduk tepat di hadapannya yang membuat Caitlyn mendengus kesal.

"Masih enggak keliatan bersalah, ya?" gumam Alula ketika melihat mantan istri suaminya itu masih bersikap angkuh di situasi seperti sekarang.

"Padahal Kaynara sayang sama lo, terlepas dari semua perlakuan buruk lo ke dia. Mungkin dia takut, tapi dia tetep sayang sama lo," kata Alula sambil tersenyum miris.

"Mau apa lo ke sini? Mau ngetawain gue?" tanya Caitlyn tidak senang dengan kehadirannya.

"Mau liat lo merasa bersalah atau enggak, tapi ternyata enggak," jawab Alula tanpa mengalihkan pandangannya dari Caitlyn.

Caitlyn mendengus kesal ketika mendengarnya. Tanpa ada sedikitpun rasa penyesalan dalam dirinya wanita itu kini melipat kedua tangannya didada dan menatap Alula dengan angkuh.

"Lo juga enggak usah munafik deh, Alula. Selama ini lo baik ke Kaynara cuman untuk deketin Raka, kan? Lo baik dan perhatian ke dia itu cuman pencitraan supaya Raka bisa suka sama lo." Caitlyn mengatakannya dengan disertai tawa kecilnya.

Perkataannya itu membuat Alula menatapnya dengan emosi. Dia berusaha untuk tersenyum setelah mendengarnya. Bahkan setelah semua ini Caitlyn masih begitu angkuh. Dia akan sangat marah kalau Raka sampai memaafkan wanita itu dengan mudah karena dia yakin jika di hadapan Raka pasti Caitlyn tidak akan bersikap begini.

Apalagi kalau ada Kaynara disini. Wanita itu pasti akan langsung sok baik dan membujuk Kaynara agar mau meminta pada Raka untuk mencabut tuntutannya.

"Gue bukan lo yang memanfaatkan Kaynara untuk kepentingan diri sendiri," kata Alula yang malah membuat wanita itu tersenyum.

"Parahnya lagi lo bukan hanya memanfaatkan dia aja, tapi juga berlaku kasar sama dia. Gue beneran enggak habis pikir kenapa lo sampai tega ngelakuin itu ke Kaynara padahal...."

"Dia nyusahin." Caitlyn memotong perkataan Alula dengan cepat dan membuatnya semakin emosi ketika mendengarnya.

"Lo gila Caitlyn. Kayaknya penjara bukan tempat lo, tapi rumah sakit jiwa. Gimana bisa lo bilang dia nyusahin sedangkan lo enggak pernah merawat dia selama ini?!" kata Alula yang mulai terbawa emosi.

Until I Found YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang