Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••••
"C'mon, Ka. Mereka nawarin bayaran yang tinggi untuk ini."
Setelah memilih untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang model, Adipati Raka Gyanendra masih mendapatkan banyak tawaran yang memintanya untuk kembali ke pekerjaan itu. Bahkan mereka menawarkan bayaran yang tinggi agar dia kembali, tapi lagi dan lagi, Raka menolak semua tawaran itu tanpa berpikir.
Raka pernah menjadi model ternama. Jadwal pemotretannya selalu padat hingga kepulangan Raka ke rumah dapat dihitung dengan jari. Mungkin alasan itu yang membuatnya masih mendapatkan banyak tawaran hingga sekarang. Padahal sudah hampir lima tahun berlalu sejak ia berhenti.
"Bang, gue udah berkali-kali bahas ini. Gue gak mau balik lagi jadi model," kata Raka entah untuk yang keberapa kalinya.
"Gue jamin lo gak bakal sesibuk dulu," kata Andrew kembali membujuk pria itu.
"Bang..."
"Ayolah, Ka. Mereka gak satu dua kali hubungin gue buat minta lo supaya mau balik jadi model mereka..."
"Dan lo bilang ke mereka kalau gue udah berhenti jadi model." Raka tetep kekeh pada pendiriannya.
"Ka.."
"Bang, gue gak mau, oke? Gue harap lo ngerti," kata Raka dengan raut wajah serius.
"Ka, banyak orang yang mau ada diposisi itu, tapi mereka maunya lo." Andrew terus menerus membujuk Raka agar mau menerima tawarannya.
"Sekali gue terima gue gak bakal bisa langsung berhenti dan gue gak mau. Gue gak mau jadi model lagi. Gue gak mau sesibuk dulu dan harus mengabaikan Kaynara karena kerjaan. Kaynara masih kecil. Dia masih butuh gue. Dia cuman punya gue, Bang. Lo tau, kan?" kata Raka yang membuat pria yang berusia dua tahun diatasnya itu menghela nafasnya pelan.
"Gue bisa jamin lo gak akan sesibuk dulu, Ka. Gue sendiri yang bakal atur jadwal lo dan gue juga gak akan kasih lo job di luar kota," bujuk Andrew untuk kesekian kalinya.
"Bang, gue gak mau, jadi kalau gak ada lagi yang mau lo bicarain lo bisa pergi karena gue sibuk."
"Fine, tapi gue minta lo buat mikirin lagi. Ini cuman pemotretan biasa, Ka. Untuk product mereka yang baru mau launching. Lo bisa telepon gue kalau berubah pikiran," ucap Andrew sebelum pergi meninggalkan ruangan Raka.
Pria itu jelas tak mau membuang kesempatan. Saat mendengar tawaran yang cukup tinggi tentu saja Andrew tergiur dan bertekad untuk membujuk Raka hingga dia mau menerima tawaran itu.