Until I Found You (43)

7.3K 390 87
                                        

Selama ini Raka tidak pernah melihat anaknya seantusias sekarang. Padahal dia hanya mengizinkan anak itu untuk memanggil Alula dengan Mama, tapi hal itu benar-benar membuatnya bahagia dan antusias.

Berkali-kali Kaynara memanggil Alula dengan sebutan Mama. Dia memanggil lalu memeluk Alula dan mengulanginya hingga beberapa kali.

Jujur saja melihat itu perasaan Raka langsung campur aduk. Dia senang, tentu saja sangat senang melihatnya, tapi dilain sisi dia juga merasa takut. Takut jika hubungan mereka ternyata gagal dan dia akan menghancurkan kebahagiaan anaknya, lagi.

"Kalau sudah jadi Mama aku apa Mama bakal tidur disini? Aku juga mau tidur sama Mama," kata anak itu sambil menatap wajah Alula.

"Eh? Em..."

Alula menatap Raka dan meminta bantuan untuk menjawab karena dia takut salah bicara.

"Iya, tapi bukan sekarang," ucap Raka yang membuat sang anak menatapnya.

"Tapi, nanti? Nanti Mama tidur disini? Tidur sama aku juga?" tanya Kaynara lagi.

"Iya, Kaynara, tapi tidak sekarang. Nanti ... nanti pasti Mama tidur sama Kaynara," kata Raka sambil tersenyum.

Anak itu pun tersenyum lebar dan kembali memeluk Alula. Dia bahkan masih duduk dipangkuannya dan belum turun juga.

"Sudah, sekarang turun dulu," pinta Raka.

Kaynara pun dengan cepat menolak. Anak itu menggelengkan kepalanya sambil mengeratkan pelukannya pada Alula.

"Enggak mau. Aku enggak mau turun," kata anak itu yang membuat Raka menghela nafasnya pelan.

"Enggak papa, Kak," ujar Alula sambil mengusap pelan kepala anak itu.

"Papa iri, kan?" kata Kaynara.

Perkataan anak itu membuat Alula tertawa. Sedangkan Raka terdiam karena tidak percaya dengan apa yang baru saja anak itu ucapkan.

"Aku kangen Mama Alula. Dari kemarin kan Papa sudah sama Mama Alula terus." Anak itu bicara lagi sambil menatap Alula yang tersenyum saat mendengarnya.

Dia tidak tau kenapa dia bisa sedekat ini dengan Kaynara. Dia juga tidak tau kenapa dia tidak pernah merasa kesal padahal dia sering kesal dengan keponakannya.

Alula merasa kalau dia begitu mudah untuk dekat dengan Kaynara.

Sedangkan itu Raka terlihat pasrah dan membiarkan Kaynara tetap duduk dipangkuan Alula tanpa melayangkan protes apapun.

"Oh iya Kak kemarin malam..."

Raka langsung menatap Alula ketika gadis itu mulai membuka suaranya. Dia menunggu Alula melanjutkan perkataannya.

"Kenapa? Ada apa kemarin malam?" tanya Raka.

"Papi.. emm Papi tanya soal Kakak dan Kaynara.."

Kali ini giliran Raka yang diam. Perasaannya langsung tidak tenang setelah mendengarnya.

"Katanya Papi mau ketemu kalau ada waktu," kata Alula.

Raka berusaha tenang dan menanggapi perkataan Alula barusan.

"Tidak papa jangan panik gitu, saya kan memang berniat untuk bertemu orang tua kamu," kata Raka.

Sok tenang, padahal dia panik bukan main. Memikirkan apa yang akan dikatakan orang tua gadis itu membuatnya tidak tenang.

Apa dia akan diminta untuk menjauhi Alula?

"Mungkin akhir pekan nanti tidak masalah, saya bisa luangkan waktu," kata Raka lagi.

Until I Found YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang