••••

••••
'Coba lo cium dia duluan. Kalau marah berarti semalem dia mabuk.'
Menurut Alula saran dari Joanna adalah saran yang sangat tidak masuk akal.
Mana berani dia melakukan itu!!!
Kejadian semalam benar-benar membuatnya tidak bisa fokus hari ini. Kepalanya dipenuhi dengan kejadian tak terduga yang terjadi di rumah Raka.
Bagaimana bisa mereka berciuman???
"Alula??"
Dan panggilan itu berhasil membuatnya tersadar dari lamunannya. Dia langsung menatap Raka yang menghela nafas karena Alula tak mendengarkan perkataannya.
"Kamu tidak dengar, kan?" kata Raka.
Alula meminta maaf sambil mengusap lehernya karena merasa malu sudah ketahuan melamun.
"Hehe maaf. Kenapa, Kak? Aku harus ngapain?" tanya Alula.
Omong-omong soal pria itu. Alula jadi kepikiran, kenapa dia terlihat biasa saja ya?
Maksudnya, semalam pria itu habis menciumnya????
Meskipun bukan ciuman intens karena Raka tidak melakukan apapun selain hanya menempelkan bibir mereka, tapi tetap saja, kan?!
Alula saja kepikiran sampai tidak bisa tidur dan telponan bersama dengan teman-temannya hampir semalaman.
"Nanti malam kamu bareng saya aja," katanya mengulangi kembali perkataan yang sebelumnya.
"Hah? Kemana?" tanya Alula yang membuat Raka berdecak kesal karena dia sudah menjelaskan itu sebelumnya.
"Saya harus ngasih tau berapa kali coba? Kamu ngelamun terus dari tadi." Raka mengomel yang membuat Alula ingin menjawab kalau dia melamun juga karena ulahnya.
Siapa suruh tiba-tiba nyosor begitu????
"Bang Andrew tadi bilang kalau hari ini dia ulang tahun. Nanti malam dia ngadain party di club dan minta kita untuk datang, perlu saya ulangi lagi?" tanya Raka sambil mengangkat sebelah alisnya.
Alula tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tapi.. tunggu dulu.. tadi pria itu bilang di mana??
"Di mana, Kak? Di club? Berarti sampai malam banget dong???" tanya Alula.
"Iya, tapi kita tidak perlu sampai malam. Saya juga tidak mau lama-lama," kata Raka yang membuat Alula langsung lega.
Bisa diusir dia kalau tidak pulang semalaman.
"Oh iya terus Kaynara gimana, Kak?" tanya Alula penasaran.
Tidak mungkin kan Kaynara diajak ke tempat itu?
