Until I Found You (59)

6.5K 424 16
                                        

"Alula?"

Berkali-kali Kiara mengetuk pintu kamar anaknya dan mengajaknya untuk turun, tapi anak itu tak kunjung membuka pintu. Bahkan Alula pun tidak menjawab panggilannya hingga menguat Kiara menggelengkan kepalanya pelan karena tau kalau anaknya itu sedang merajuk.

Karena anaknya tak kunjung membuka pintu, akhirnya Kiara pun pergi untuk mengambil kunci cadangan dalam kamarnya. Setelah itu Kiara membuka pintunya tanpa permisi dan melihat Alula yang membelakanginya sambil menutup tubuhnya dengan selimut.

Kiara menghela nafasnya pelan. Anak itu tidak ikut sarapan dan tadi Raka memberi kabar kalau dia sudah dalam perjalanan bersama orang tuanya dan Kaynara juga. Oleh karena itu mau tidak mau Kiara harus memaksanya untuk segera bangun.

"Alula? Bangun dulu sayang terus sarapan. Ayo, sudah jam berapa ini," kata Kiara.

Alula menyingkap selimutnya dan berbalik. Hal pertama yang Kiara lihat adalah mata anaknya yang sembab... dia menangis???

"Alula? Kamu menangis?" tanya Kiara sambil mendekatinya.

Dia duduk ditepian ranjang dan menatap Alula yang enggan memberikan jawaban. Semalam setelah mendapatkan jawaban seperti itu dari ayahnya dia berusaha menghubungi Raka, tapi tidak ada balasan sama sekali.

Bahkan dia sampai menelpon belasan kali dan tetap tak diangkat hingga pagi ini. Alula kesal, dia semakin yakin kalau ayahnya pasti bicara yang tidak tidak.

"Aku enggak mau keluar. Aku enggak mau sarapan."

Hanya itu yang Alula katakan dengan suara seraknya. Kiara menghela nafasnya pelan dan dalam hati merutuki suaminya yang tidak mau berkata jujur saja pada anaknya.

"Sayang, enggak boleh gitu ah nanti kamu sakit. Ayo bangun terus mandi pakai baju yang rapih baru sarapan. Papi udah berangkat kerja, jadi ayo makan," kata Kiara yang berbohong jika suaminya sudah pergi bekerja padahal hari ini suaminya tidak kemana-mana.

"Enggak mau."

"Alula, cepetan sayang. Papi enggak ngomong yang aneh-aneh ke Raka kok kamu..."

"Tapi, Papi enggak mau jawab dia semalam ngobrolin apa sama Kak Raka. Terus Kak Raka juga enggak balas chat aku dari semalem," kata Alula dengan wajah cemberut.

"Mungkin Raka sudah tidur waktu kamu chat dia atau dia lagi jagain Kaynara makanya enggak sempat pegang handphone. Sudah, ya? Sekarang mandi terus pakai pakaian yang rapih dan turun untuk sarapan," kata Kiara lagi.

"Enggak mau mandi," tolak Alula yang membuat Kiara menggelengkan kepalanya pelan.

"Mandi, Alula. Astaga anak gadis kok enggak mau mandi. Udah cepetan mandi terus pakai pakaian yang rapih..."

"Mami dari tadi suruh pakai pakaian yang rapih terus, memang kenapa, sih?" tanya Alula antara bingung dan kesal.

"Enggak kenapa-kenapa. Kalau habis mandi ya memang pakai pakaian yang rapih, kan? Sudah cepat Alula." Kiara sedikit memaksa yang membuat anaknya itu merengek.

Setelah Kiara keluar dari dalam kamar Alula pun pergi ke kamar mandi. Seperti yang tadi ia katakan kalau ia tidak akan mandi dan hanya ingin mencuci muka serta sikat gigi saja.

Alula juga tidak mau berganti pakaian. Dia tidak mau kemana mana juga, jadi tidak masalah hanya memakai baju tidur di rumah.

Pokoknya Alula tidak mau bicara dengan ayahnya sampai Raka menghubunginya!

••••

Puluhan pesan serta belasan panggilan tidak terjawab dari kekasihnya membuat Raka kepikiran sampai sekarang. Padahal dia sudah dalam perjalanan menuju rumah gadis itu bersama dengan kedua orang tuanya dan Kaynara juga, tapi tetap saja Raka tidak tenang.

Until I Found YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang