Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
"Open your mouth, Alula."
Raka tidak tau kenapa kalimat itu bisa keluar. Apa yang sudah Alula lakukan membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih.
Niatnya untuk minta maaf soal kemarin malam, tapi kenapa mereka malah melanjutkannya?
Mata Raka kini tertuju pada bibir Alula yang sedikit terbuka. Dia terlihat ragu untuk melanjutkan. Raka tau kalau mereka mungkin akan menyesalinya, tapi tangan Alula yang menggenggam tangannya membuat Raka kembali menyatukan bibir mereka.
Raka menciumnya lebih dalam. Dia menuntun kedua tangan Alula untuk melingkari lehernya. Alula menggeram tertahan ketika merasakan lidah Raka yang berhasil masuk ke dalam mulutnya.
Kepala Alula pusing dengan sensasi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Jarak diantara mereka membuat Raka mengumpat kesal. Dengan nafas terengah-engah Raka menjauhkan wajahnya. Dia menatap Alula sambil mengusap bibir wanita itu dengan jarinya.
"Alula.."
Raka membantu Alula untuk pindah ke pangkuannya. Ruang sempit ini malah semakin membuatnya sakit kepala. Dia benar-benar dibuat gila oleh Alula.
Raka sudah mendekatkan wajahnya lagi dan kembali menciumnya, tapi handphone Alula yang berdering membuatnya berhenti.
Raka menatap Alula yang tetap diam, meskipun handphonenya terus berbunyi. Alula mengabaikannya. Dia malah menangkup wajah Raka dengan kedua tangan dan mendekatkan wajahnya yang membuat Raka menggeram pelan.
Raka kembali melanjutkan kegiatan mereka. Dia mencium Alula lebih agresif dari sebelumnya dan membuat Alula kewalahan dengan ciuman panasnya.
Hingga Raka menjauhkan wajahnya ketika gadis itu memukul kuat dan mendorong dadanya karena hampir kehabisan nafas.
Alula terengah karena ciuman mereka. Karena malu Alula memeluknya dan hal itu membuat Raka menggeram pelan ketika tubuh mereka menyatu tanpa jarak.
"Kak Raka." Alula memanggilnya sambil mengeratkan pelukannya dan berbisik pelan di telinga pria itu.
"I think, I think i like you."
Alula menunggu tanggapan yang pria itu berikan, tapi Alula malah merasakan bibir pria itu dilehernya.
"Nghh... Kak Raka kamu ngapain?!"
••••
Kak Raka Kamu sakit?
Setelah kejadian semalam yang terjadi antara dirinya dan Raka, Alula memutuskan untuk tidak pergi bekerja dan meminta izin pada Andrew untuk tidak datang hari ini.