Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
Saat pertemuan pertamanya dengan Alula di Bali beberapa waktu lalu. Dewangga benar-benar tidak mengenali gadis itu. Dia baru mengenalnya ketika melihat akun media sosial Alula.
Pria itu melihat foto Alula bersama kedua orang tua serta kakaknya yang langsung membuat Dewangga sadar bahwa dia pernah bertemu Alula jauh sebelum pertemuan pertama mereka. Dewangga beberapa kali bertemu dengan Edgar ketika pria paruh baya itu bertemu dengan orang tuanya.
Setelah itu Dewangga baru sadar bahwa dia dan Alula adalah teman waktu kecil dulu. Mereka pernah menghabiskan masa kecil bersama-sama sebelum ia dan orang tuanya pindah ke luar kota.
Dan sekarang disinilah ia terjebak bersama dengan Alula. Sebelumnya mereka bertiga bersama dengan Edgar pergi untuk makan bersama atas permintaan Edgar tentunya.
Mereka pergi bertiga hingga akhirnya Edgar mendapatkan panggilan penting yang membuat pria itu meninggalkannya bersama dengan Alula. Sedari tadi Alula hanya diam bahkan gadis itu tidak menyentuh makanannya sama sekali dan hanya menikmati minumannya saja.
"Kamu enggak nyaman, ya?" tanya Dewangga yang membuat Alula menatapnya.
Gadis itu tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya pelan. Tidak mungkin juga dia menjawab iya, kan?
"Enggak kok, Kak. Sebelum ke kantor Papi aku udah makan tadi, jadi masih kenyang," kata Alula sambil mengusap pelan lehernya.
Dewangga mengangguk singkat. Dia pun berusaha membuka percakapan dengan Alula.
"Ah begitu, kamu tadi mau bertemu Kak Alvin?" tanya Dewangga.
"Iya."
"Maaf karena aku jadi enggak bertemu dengan dia tadi," kata Dewangga yang merasa tidak enak.