Capture 4

7.1K 292 4
                                        

⚠️ typo berserakan ⚠️


🌻Happy Reading Guys 🌻



Lilyana menatap tubuh aslinya yang sedang terbaring lemah dan dibantu alat medis yang sangat banyak.

“Apakah kau ingin kembali ke tubuh itu?” tanya suara entah dari mana.

“Tentu saja.”

“Jika kau ingin kembali ke tubuh itu, kau harus memastikan semuanya berjalan dengan semestinya.”

“Keluar kau, nenek tua!” teriak Lilyana frustasi.

“Kau yang menciptakan mereka, maka kau bertanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang kau ciptakan!”

“Aku tidak menciptakan apa pun!” teriak Lilyana bingung, karena ia tidak mengingat apa pun.

“Kau masih ingat sesuatu yang kau tulis di buku yang kuberikan? Bukankah sudah kukatakan bahwa apa pun yang kau tulis di buku itu akan menjadi kenyataan?”

“Apa yang harus kulakukan?” tanya Lilyana frustasi sambil menunduk, menatap tubuh aslinya.

Namun, tak ada jawaban dari suara itu.

“Jasmine, bangkitlah dan lakukan semuanya. Aku akan membantumu.”
Bisikan itu terdengar lembut di telinganya.

🌻🌻🌻

Lilyana membuka matanya.
Yang ia lihat adalah kamar bernuansa putih dengan ornamen berwarna emas.

“Aku... di mana?”

“Lily?” tanya seseorang dengan suara khawatir tepat di sampingnya, membuat Lilyana menoleh.

Di sana duduk seorang pria dengan wajah tertutup kain, sehingga Lilyana tidak tahu siapa dia.

“Grekkkk...”

Suara pintu terbuka. Lilyana langsung menoleh, dan masuklah Daisy diikuti Gerwyn di belakangnya.

“Kau sudah sadar?” tanya Daisy lega melihat adiknya membuka mata.

Mendengar itu, Gerwyn langsung berlari keluar dari kamar untuk memanggil tabib dan pendeta kuil.

“Ini di mana?” tanya Lilyana bingung, karena ruangan ini bukan kamarnya di kastil keluarga Traney.

“Kau sedang berada di kuil dewa,” jawab Daisy sambil memberikan segelas air.

“Kenapa aku di sini?”

“Kau terjatuh dari kuda yang kau tunggangi. Tubuhmu terhempas sangat jauh hingga membuatmu tak sadarkan diri selama seminggu.”

“Aku ingin kembali ke kediaman, Kak,” ucap Lilyana sambil berusaha bangkit.

“Tapi kau baru saja sadar,” ucap Daisy, membantu adiknya berdiri.

“Aku ingin kembali ke rumah. Aku akan lebih nyaman di sana dibandingkan di sini.”

“Ayah, aku ingin pulang,” rengek Lilyana saat melihat ayah dan ibunya masuk ke ruangan.

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang