Capture 69

1.5K 80 6
                                        


⚠️Typo berserakan ⚠️

jangan lupa Vote

🌻Happy reading 🌻





Di aula perjamuan kecil, di hadapan bangsawan dan selir yang gemar bergosip, Daysi kembali memainkan perannya sebagai korban. Wajahnya tampak pucat namun anggun, suaranya bergetar penuh sandiwara.

Daysi menunduk dan menyeka matanya dan menatap para bangsawan yang duduk di meja yang sama dengannya "Seandainya dulu aku yang menikah dengan Alasdair, mungkin rakyat tak perlu mendengar kabar buruk ini. Aku yang disingkirkan, aku yang diracuni... tapi lihatlah siapa yang masih harus menanggung malu di mata dunia."

Beberapa bangsawan mulai berbisik-bisik, melirik Lilyana yang duduk anggun di kursinya. Suasana seperti berpihak pada Daysibsampai Lilyana tersenyum tipis.

Lilyana berbicara dengan tenang, namun menusuk "Ah, benar juga. Kau selalu pandai berlagak menderita, Daysi. Tapi aneh sekali seorang yang katanya 'diracuni' masih bisa menari di pesta malam hari, berkeliling menggoda simpati setiap bangsawan, bahkan sempat berbisik manis pada suamiku."

Bisikan langsung pecah di ruangan. Daysi tertegun, wajahnya memerah.

Lilyana melanjutkan, kini berdiri. "Dan bukankah menarik... racun yang hampir merenggut nyawamu dulu ternyata dibeli oleh ibumu sendiri dan permaisuri agung? Mereka sendiri yang mengakui, bukan aku. Jadi pertanyaanku sederhana, Daysi-apakah kau benar-benar korban? Atau justru umpan yang dipakai ibumu demi memuluskan jalannya?"

Ruangan hening. Tatapan semua orang kini bergeser ke Daysi.

Daysi berusaha menahan diri, tetapi Lilyana menusuk lebih dalam:

Lilyana mendekat, berbisik namun cukup keras didengar bangsawan "Kau mengaku seharusnya menjadi istri Alasdair? Jika begitu, mengapa kau tak berani merebutnya secara terang-terangan? Atau kau lebih suka merayap di kegelapan, menunggu aku jatuh, agar bisa memungut remah yang tersisa?"

Bangsawan-bangsawan yang tadinya terbuai dengan drama Daysi kini mulai saling melirik, beberapa bahkan tersenyum tipis penuh ejekan pada Daysi.

Lilyana lalu menutup dengan dingin "Jangan khawatir, Kakaku. Aku tidak takut pada bisikanmu, aku hanya takut jika suatu hari rakyat sadar betapa lemahnya seorang putri yang hanya bisa hidup dari belas kasihan orang lain."

Daysi terdiam, wajahnya menegang-untuk pertama kali, sandiwara "korban" miliknya berbalik jadi bahan ejekan.

Ruangan masih tegang setelah kata-kata tajam Lilyana. Semua bangsawan menatap, sebagian berbisik, sebagian menahan tawa mengejek. Daysi yang biasanya pandai menjaga citra, kali ini tak mampu menahan diri. Wajahnya merah padam, tangannya gemetar.

Daysi dengan suara bergetar marah
"Kau... kau wanita busuk! Semua ini ulahmu! Kau pikir kau bisa mempermalukanku di hadapan bangsawan lemah ini?!"

Lilyana hanya tersenyum dingin, tidak bereaksi. Justru ketenangan itu membuat Daysi semakin hilang kendali.

Tiba-tiba Daysi maju cepat, dan mendorong Lilyana dengan kasar hingga tubuh Lily sedikit terhuyung ke belakang. Beberapa bangsawan menjerit kecil, pelayan menahan napas.

Namun Lilyana sigap ditopang oleh salah satu pengawal, sehingga ia tidak jatuh. Namun Days belum selesai ia menarik rambut Lilyana menyeretnya menjaih dari pengawal. "Kau mengabil semuanya dariku, perhatian Ayahku, Saudara laki-lakiku, Alasdair bahkan semua orang, bahkan para rakyat jelata itu lebih memujimu dibandingkanku! ."

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang