Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
Jangan lupa komen
"-
Setelah seharian penuh beristirahat dan diberi kebebasan melakukan apa pun sebelum ujian dan penilaian dimulai, para lady yang akan melakukan debunte kini bersiap menghadapi malam pertama dalam pengujian.
Hasil dari seluruh rangkaian kegiatan ini akan menjadi nilai jual dan penentu level sosial mereka. Bahkan, skor yang diperoleh akan dipublikasikan dalam majalah gosip bangsawan. Tak heran jika banyak keluarga aristokrat memilih tidak mengirimkan putri mereka ke acara ini. Hanya keluarga yang yakin akan daya saing dan kualitas putrinya sajalah yang berani mengirim mereka sisanya memilih mundur dalam diam.
Malam itu, semua peserta berkumpul dalam jamuan makan malam agung sebuah acara yang bertujuan memperkenalkan para lady kepada publik bangsawan, sekaligus menguji tata krama mereka di meja makan.
Dalam dunia para bangsawan, table manners bukan sekadar sopan santun; ia adalah cermin dari kehormatan keluarga dan keanggunan jiwa. Seorang lady yang gagal dalam hal sekecil itu… akan dicap gagal dalam segala hal.
Seluruh aula istana dipenuhi keharuman bunga mawar putih. Para pelayan berlalu-lalang membawa lilin beraroma lembut. Di kamar masing-masing, para lady bersiap seolah hendak berperang dengan gaun, perhiasan, dan senyum mereka sebagai senjata.
Di salah satu kamar, Lilyana tengah sibuk merapikan pakaian Alasdair, sang pangeran mahkota yang sekaligus suaminya.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Tuan Putri?" tanya Alasdair lembut, menatapnya dari cermin.
"Aku tidak memikirkan apa pun," jawab Lilyana datar.
Alasdair tersenyum kecil, lalu menangkup wajah Lilyana dengan kedua tangannya. "Kau tidak bisa berbohong padaku, Tuan Putri," ucapnya dengan nada menggoda.
Lilyana menghela napas pelan. "Hanya ada sedikit tikus kecil di antara para lady itu," ujarnya dingin.
Ia tak berniat menyembunyikan rencana busuk Charlotte. Bukan karena ia takut tapi karena mengotori tangannya untuk urusan sepele seperti itu terasa terlalu rendah baginya.
"Apa yang diinginkan oleh tikus kecil itu?" tanya Alasdair, menatapnya tajam.
Lilyana melepaskan tangannya dari genggaman sang pangeran.
"Kau yang mulia..."
Alasdair menyipitkan mata. "Apa kau sedang cemburu, Tuan Putri?" ujarnya sambil memegang bahu Lilyana, memaksanya menatap.
"Tentu saja tidak!" Lilyana berdecak kesal. "Aku hanya malas menghadapi drama murahan yang akan diciptakan tikus itu!"
Alasdair terkekeh lembut, jelas menikmati reaksi istrinya.
"Baiklah, kalau begitu. Karena kau tidak cemburu, aku akan pergi sebentar. Ada hal yang harus kubicarakan dengan Ludwig."
Lilyana menatapnya setengah sebal. "Aku tidak cemburu, Yang Mulia Pangeran Mahkota!"
Alasdair tersenyum hangat, lalu mendekat dan membisikkan sesuatu tepat di telinganya.
"Aku tidak akan pernah memiliki selir selama kau masih menjadi istriku. Hanya kau… yang akan menjadi permaisuri kekaisaran ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Historical FictionBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
