Capture 58

1.7K 80 2
                                        

⚠️Typo Berserakan ⚠️

Jangan lupa Vote

🌻Happy Reading 🌻



Matahari dengan malu-malu kembali ke peraduannya. Namun Count Marceil dan para pengikutnya masih berada di taman kediamannya. Tawa dan canda mereka mendadak berhenti ketika seorang kurir datang tergesa dengan sebuah kotak mewah berlapis emas. Di atasnya, tertera segel Grand Duke Black — simbol kebesaran yang membuat semua orang menahan napas.

“Hadiah dari Yang Mulia Grand Duke,” ucap sang kurir sambil menunduk hormat. “Sebagai tanda penghormatan atas kesetiaan Anda.”

Count Marceil tersenyum puas.
“Ludwig tahu bagaimana cara menghargai sekutu. Bukalah.”

Kotak itu dibuka dengan hati-hati. Di dalamnya, terletak sebuah botol kristal berisi anggur merah tua, warnanya memikat, pantulannya menari di bawah cahaya senja. Count Marceil menuang segelas, mengangkatnya tinggi, dan menyesapnya dengan bangga di hadapan para tamunya.

“Jika seperti ini terus, aku tidak menyesal berada di pihak Ludwig. Bukankah dia seorang yang sangat dermawan?”

Namun belum satu jam berlalu, wajahnya memucat. Tangannya bergetar. Ia jatuh tersungkur di lantai, busa keluar dari bibirnya.

“Count!!” teriak para pelayan panik. Suasana taman berubah menjadi kacau.

🌻🌻🌻

Berita menyebar secepat api di padang rumput. Count Marceil hampir mati diracun, dan botol anggur bersegel Ludwig ditemukan di mejanya.

Di balairung, para bangsawan berbisik keras.
“Apakah ini cara Ludwig menghormati sekutunya?”
“Hadiah beracun… sungguh kejam!”

Ludwig muncul, wajahnya tegang dan marah.
“Itu bukan dariku!” katanya lantang. “Aku tidak pernah mengirimkan hadiah beracun!”

Namun Duke Rhenald menatap tajam.
“Tapi segelnya adalah segelmu, Grand Duke. Adakah yang cukup berani memalsukan segel kerajaan?”

Bisikan berubah menjadi riuh. Keraguan mulai tumbuh di antara para bangsawan.

---

🌻 Di Kediaman Lady Lilyana 🌻

Lilyana duduk di ruang pribadinya, menatap laporan yang diberikan Sandra dengan senyum samar.
“Jebakan kedua berhasil. Kini mereka mulai meragukan kesetiaan Ludwig terhadap sekutunya sendiri.”

Alasdair menatapnya dengan campuran kagum dan takut.
“Lily… kau benar-benar menyingkirkannya tanpa menghunus pedang.”

Lilyana menatap keluar jendela, suaranya pelan tapi menusuk.
“Pedang hanya memotong tubuh, Alasdair. Fitnah, racun, dan keraguan—itulah yang memotong akar kekuasaan.”

Alasdair terdiam. Ia tak pernah menyangka, di balik wajah lembut dan senyum kalem gadis itu, tersembunyi jiwa sekejam badai.

🌻 Malam di Kediaman Baron Veltor 🌻

Di tengah malam, seorang pria berjubah gelap mengetuk pintu rumah Baron Veltor. Ia mengaku sebagai utusan pribadi Grand Duke Ludwig. Segel Ludwig tertera jelas di surat perintah yang ia bawa — padahal segel itu palsu, hasil kerja sempurna dari jaringan pasar gelap milik Lilyana.

“Utusan Grand Duke?” tanya Baron hati-hati.

Pria itu menunduk dingin.
“Grand Duke mengirim salam. Tapi kesetiaan bukan sekadar kata-kata. Ia ingin bukti. Kami tahu kau memiliki tanah warisan di utara, serta harta yang masih kau sembunyikan. Serahkan sertifikat tanah itu dan setengah hartamu… sebagai jaminan kesetiaan. Sebagai gantinya, putrimu, Elizabeth, akan dinikahkan dengan Grand Duke.”

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang