⚠️Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
.
Lilyana menatap pantulan dirinya di cermin. Untuk sesaat, ia terkesima. Riasan di wajahnya begitu sempurna, setiap goresan kuas menonjolkan keanggunan yang bahkan tak pernah ia sadari ia miliki. Gaun pengantin berlapis renda dan permata yang menjuntai lembut di tubuhnya tampak megahnterlalu megah, bahkan.
Namun, bukan kebanggaan yang mengisi dadanya.
Melainkan getir.
Itu bukan gaun pilihannya.
Bukan pula pernikahan yang ia dambakan.
Setiap detail hari inindari warna bunga, kain gaun, bahkan potongan mahkota di kepalanya semuanya adalah pilihan Daysi. Tidak satu pun orang menanyakan pendapatnya. Tidak ayah, tidak ibunya, tidak pula Alasdair.
Ia hanya pengganti. Bayangan dari seseorang yang sudah tiada.
Lilyana menarik napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya. Terlalu banyak teka-teki, terlalu banyak rahasia. Pertanyaan Permaisuri Raline kemarin sore masih bergema di kepalanya, membuat tubuhnya bergetar setiap kali ia mengingatnya.
“Hai, Lily...”
Suaranya lembut—terlalu lembut.
Lilyana menoleh cepat. Tidak ada siapa pun di kamar itu selain dirinya.
“Halo?”
“Aku di sini... di dalam cermin.”
Darah Lilyana seolah berhenti mengalir. Matanya terbelalak menatap pantulan dirinya sendiri. Tapi pantulan itu—tersenyum.
Pantulan itu menatapnya dengan tatapan sendu. “Sebelum Alasdair bertunangan dengan Daysi, dia adalah kekasihku.”
Lilyana terpaku.
Satu sisi dirinya menolak percaya, sisi lain tahu itu bukan kebohongan. Tapi kenapa... kenapa pria itu mencoba meracuninya?
“Aku tidak bisa menjelaskan sekarang,” lanjut suara dari dalam cermin. “Tapi kau harus menemukan buku harianku. Ibu menyimpannya. Di sana ada kebenaran—tentang Alasdair, tentangku, tentang semuanya.”
Lilyana mengepal tangannya. “Apakah ibu tahu tentang bisnis kotormu?”
Pantulan itu menggeleng. “Tidak. Dia hanya tahu hubungan kami.”
Tiba-tiba—
Tok… tok… tok…
Suara ketukan pintu membuat Lilyana terlonjak. Ia menoleh cepat, dan di ambang pintu berdiri Iris, tersenyum manis seperti biasa. Tapi senyum itu... lebih menakutkan dari tatapan ular berbisa.
“Jangan lakukan apa pun di istana tanpa seizin ayahmu,” ucap Iris lembut, memeluknya seperti seorang ibu yang penyayang.
“Baik, Ibu.”
“Dan ingat,” irisannya berubah tajam, “kau hanyalah pengganti Daysi.”
“Baik, Ibu,” jawab Lilyana datar, meski suaranya bergetar.
Iris menatapnya dalam-dalam. Mata itu, dingin dan berbahaya. “Kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan di luar kediaman? Aku bisa menghancurkanmu... sama seperti aku menghancurkan ibumu.”
Kata-kata itu seperti pisau yang menancap di dada Lilyana. Ia berdiri kaku bahkan setelah Iris meninggalkan ruangan.
Beberapa menit kemudian, Sandra masuk dengan napas terengah. “Maaf saya terlambat, Lady.”
“Cepat ke kediaman,” perintah Lilyana tajam. “Hancurkan akses dari kamarku ke ruang rahasia. Pindahkan semua buku di sana ke rumah di hutan terlarang. Dan jangan biarkan siapa pun masuk terutama Jane.”
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Historical FictionBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
