Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
Jangan lupa komen
Lilyana menatap para Lady yang sedang mengajar di sekolah rakyat di pinggiran kota Terraverda.
Para Lady bangsawan itu berusaha tersenyum ramah, berbicara lembut, dan menunjukkan betapa mudahnya mereka “beradaptasi” dengan rakyat kecil.
Namun bagi Lilyana, semua itu hanyalah sandiwara murahan.
“Mereka berlagak seperti malaikat,” gumamnya pelan. “Padahal tak satu pun dari mereka benar-benar mengerti penderitaan rakyat.”
Dari belakang, suara lembut memecah lamunannya.
“Aku akan kembali ke ibu kota,” bisik Alasdair tiba-tiba.
Lilyana menoleh cepat, keningnya berkerut.
“Kenapa tiba-tiba? Bukankah kita dijadwalkan kembali bersama?”
Alasdair menghela napas panjang, menatap jauh ke arah hutan.
“Grand Duke of Valkyria memanggilku.”
Nama itu membuat jantung Lilyana berdegup sedikit lebih cepat.
Ayahnya—Alferd Ternay. Mengapa beliau tiba-tiba memanggil Alasdair?
Bukankah mereka sudah sepakat untuk berada di pihaknya, membantu menggagalkan kudeta yang direncanakan oleh pria bertopeng?
Kudeta itu dulunya adalah kesepakatan gelap antara Lilyana dan sang pria misterius.
Ia menjanjikan keamanan bagi bisnis-bisnis rahasia milik Lilyana jika gadis itu bersedia menjadi pintu masuk bagi faksi pemberontak.
Namun kini, semuanya telah berubah. Lilyana menyesal, dan ia sendiri yang bertekad menghentikan permainan berbahaya itu.
“Kenapa ayah memanggilmu, Airy?” tanyanya curiga.
Alasdair tersenyum kecil, mencoba meredakan ketegangan.
“Aku pun tak tahu pasti. Mungkin ayah mertuaku ingin memberiku hadiah karena berhasil menjaga putrinya.”
Ia mengelus kepala Lilyana dengan lembut, kebiasaan baru yang selalu membuat gadis itu diam tak berkutik.
“Tadi pagi seekor merpati pos datang. Suratnya bersegel hitam, dan di dalamnya tertulis perintah agar aku segera menghadap Grand Duke.”
“Tapi bukankah pangkatmu lebih tinggi dari Ayah?” Lilyana memiringkan kepala, benar-benar bingung. “Kenapa kau yang menghadap beliau, bukan sebaliknya? Seharusnya orang berpangkat lebih rendah yang datang, bukan yang lebih tinggi.”
Alasdair tertawa kecil mendengar keluguan istrinya.
“Sayang, jangankan aku yang hanya pangeran mahkota. Kaisar sendiri pun akan berlari jika Grand Duke Alferd menyuruhnya datang. Kau tahu betul seberapa besar pengaruh ayahmu di kekaisaran ini.”
“Oh... baiklah,” gumam Lilyana sambil menunduk.
Alasdair memegang dagunya, menatap wajah yang mulai muram itu.
“Aku akan menunggumu di ibu kota, Lily.”
Ia mengecup kening istrinya lembut, lalu tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Fiksi SejarahBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
