⚠️Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
Malam terasa panjang. Suara jam dinding di kamar Lilyana terdengar jelas setiap kali jarumnya berdetak—seolah sedang menghitung waktu yang tersisa sebelum badai datang.
Ia tidak bisa tidur. Bayangan Jane tergeletak tak bernyawa terus menghantui pikirannya. Namun di balik kesedihan itu, api tekad di dadanya justru semakin berkobar.
Tiba-tiba, terdengar ketukan pelan di jendela.
“Siapa?” suara Lilyana terdengar waspada.
“Ini aku.”
Lilyana terdiam sejenak sebelum akhirnya membuka pintu balkon. Seorang pria bertopeng melangkah masuk dengan gerak tegang dan hati-hati.
“Aku tidak bisa tidur setelah kejadian tadi,” katanya lirih. “Mayat Jane… dan pesan itu…” Ia menatap Lilyana tajam. “Kau mengenalnya lebih dari yang kau tunjukkan di depan semua orang, bukan?”
Jantung Lilyana berdegup cepat, tapi wajahnya tetap tenang. “Kau tahu sendiri, dia adalah orang kepercayaanku di Garden of Jasmine.”
“Aku tahu.” Pria bertopeng itu menundukkan suaranya, lembut tapi sarat makna. “Aku ke sini untuk menghiburmu. Semuanya akan baik-baik saja. Ada aku di sini… aku bisa membantu menjaga Garden of Jasmine.”
Tatapan Lilyana membeku, dingin. “Bukankah itu justru akan menarik perhatian orang ke Garden of Jasmine? Lalu apa yang akan kau lakukan? Mengkhianatiku… dan menghancurkan bisnisku?”
Pria bertopeng terdiam sesaat. Tatapannya melunak. “Tidak. Aku di pihakmu, Cate. Selain Jane, akulah orang yang paling setia padamu. Tapi kau harus sadar… Alasdair tidak sepenuhnya bisa dipercaya.”
Nama itu menusuk jantungnya. Lilyana menahan napas. “Apa maksudmu?”
Pria bertopeng itu menunduk, lalu mengeluarkan sesuatu dari balik mantelnya sebuah cincin kecil berukir lambang bintang retak.
“Aku menemukannya di dekat gerbang, saat mayat Jane diangkat. Dan aku tahu siapa pemiliknya.”
“Siapa?” suara Lilyana bergetar.
Pria itu menatap lurus ke matanya. “Alasdair.”
Lilyana menatapnya dengan senyum samar, sulit dimengerti. “Bukankah kau juga pernah ingin mengkhianatiku, Teo?”
Sebelum pria itu sempat menjawab, terdengar suara
tok... tok...
Lilyana panik. Ia segera mendorong pria bertopeng itu keluar melalui balkon. Ia belum siap jika harus ketahuan sekarang.
Langkah kaki Lilyana terdengar pelan namun tegas saat ia berjalan bolak-balik di dalam kamar. Ketukan di pintu terdengar kembali, kali ini lebih berat.
“Lily... ini aku,” suara itu rendah suara khas Alasdair.
Lilyana menggenggam ujung meja erat-erat. Ia sudah menduga lelaki itu akan datang setelah tragedi Jane.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Historical FictionBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
