CAPTURE 2

7.7K 414 2
                                        

Disini aku udah mulai tidak menggunakan nama Jasmine lagi tapi menggunakan Lilyana

Jangan lupa vote 

⚠️Maaf typo berserakan⚠️

“Ahkk...! Hanya karena tambang sialan itu, kau melupakanku dan melupakan semuanya!”

“Maksudnya apa, Yang Mulia?” tanya Lilyana bingung, karena sejak awal ia tidak mengetahui apa yang dimaksud pria di depannya.

“Lupakanlah!” ucap pria itu kesal, lalu pergi meninggalkan Lilyana yang masih kebingungan.

Lilyana kembali melangkahkan kakinya menuju kediaman karena ia tak peduli dengan pria tadi.

“Lily... kemarilah!” teriak Iris melihat putri bungsunya yang ingin memasuki kediaman.

“Baik, Bu...”

“Ini, Lady,” ucap Sandra sambil memberikan sehelai kain ke arah Lily.

“Apa ini?” tanya Lily bingung melihat Sandra memberikan kain tersebut kepadanya.

“Di sana banyak orang, nanti wajah Lady dilihat orang-orang di luar kastil,” jelas Sandra.

“Apakah aku selalu memakai kain ini ketika bertemu orang di luar kastil?” tanya Lilyana, heran mengapa Lily yang asli tidak mau memperlihatkan wajahnya.

‘Jika aku jadi Lily, aku akan memamerkan wajah cantikku ke seluruh kekaisaran. Kalau dipikir-pikir, wajah Lily lebih cantik dibandingkan Daisy,’ ucap Lilyana dalam hati.

“Iya, Lady. Dan kami sudah bersumpah dengan nyawa kami sendiri bahwa kami tidak akan pernah menceritakan atau memberi tahu wajah asli Nona di luar kastil,” jawab Sandra sambil memasangkan penutup wajah Lilyana.

Lilyana hanya berdeham lalu langsung berjalan menuju keluarganya.

“Selamat siang, Ayah, Ibu,” sapa Lilyana saat sampai di gerbang kastil. Di sana sudah banyak orang yang sedang mengantri untuk mendapatkan dua karung gandum.

“Kemarilah, Nak,” ucap Alfred.

Lilyana berjalan ke arah Alfred dan Iris, lalu berdiri di antara suami istri itu.

“Bagaimana kabarmu hari ini, Lily?” tanya Iris khawatir, melihat Lilyana yang sama sekali tidak mengingat apa pun tentang dirinya.

“Baik, Bu. Aku sudah mulai terbiasa hidup di sini berkat kalian semua,” jawab Lilyana.

“Lily, tiga minggu lagi festival berburu akan dimulai,” ucap Alfred, menggantungkan perkataannya seolah ada keraguan. “Apakah kau yakin ingin ikut?” tanyanya memastikan.

“Sayang... Lily baru pulih. Untuk apa dia ikut?” protes Iris karena masih khawatir mengingat kondisi Lilyana.

“Bukankah Ayah sudah berjanji akan mengizinkanku ikut?” ucap Lilyana menegaskan, karena perkataan Alfred-lah yang dulu membuat tubuh ini sadar dan terhindar dari kematian. Entah apa yang akan terjadi di festival berburu hingga membuat tubuh Lily bereaksi begitu kuat ketika mendengarnya.

“Baiklah, kau boleh ikut. Asal kau tidak boleh jauh dari Ayah dan Gerwyn,” tegas Alfred, meskipun ia tahu Lily bukanlah gadis lemah. Namun bagaimanapun, Lily tetaplah perempuan yang butuh perlindungan.

“Baik, Ayah,” ucap Lilyana sambil tersenyum bahagia. Entah mengapa tubuh ini begitu bersemangat mendengar tentang festival berburu, padahal di kehidupan aslinya, ia tidak bisa melakukan apa pun yang berhubungan dengan berburu.

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang