Capture 3

7.5K 351 4
                                        

⚠️ Maaf typo Berserakan  ⚠️

Happy Reading

Sudah lima hari yang Lilyana lakukan hanya bolak-balik antara perpustakaan dan kamarnya. Ia sedang mengumpulkan segala informasi mengenai lorong rahasia itu — apakah keluarganya mempunyai bisnis ilegal hingga membuat mereka sangat kaya raya. Bahkan ia sempat mencoba bertanya kepada Daisy tentang beberapa racun, namun gadis itu tidak mengetahui apa pun.

“Akhhh... aku pasti tidak akan menemukan apa pun jika terus berada di sini!” teriak Lily frustrasi.

“Lady... apakah terjadi sesuatu?” tanya Sandra tergesa-gesa memasuki perpustakaan setelah mendengar teriakan Lilyana.

“Tinggalkan aku berdua dengan Sandra di sini,” perintah Lily saat melihat beberapa kesatria masuk bersama Sandra.

“Sandra, kau pasti tahu sesuatu tentangku di masa lalu, bukan?” tanya Lilyana sambil menatap Sandra penuh selidik.

“Tidak, Lady...” jawab Sandra gugup.

“Kau yang selalu bersamaku, tidak mungkin tidak tahu apa pun tentangku!” teriak Lilyana hampir melempar buku yang ada di tangannya ke arah Sandra. “Aku memang lupa ingatan, tapi aku tidak bodoh, Sandra!”

‘Aku harus keluar dari kastil ini jika ingin mendapatkan informasi. Kalau hanya di sini, yang kudapat hanya hal-hal baik tentang keluarga Ternay,’ pikirnya.

“Lily, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Gerwyn saat melihat adiknya berjalan tanpa arah.

“Aku ingin ke pusat kota, tapi aku takut Ayah tidak mengizinkan,” cicit Lilyana sambil memasang wajah memelas kepada Gerwyn.

“Hahaha... ada juga untungnya kau lupa ingatan. Jadi aku tak perlu mencari alasan kepada Ayah saat kau kabur dari kastil,” ucap Gerwyn sambil menatap Lilyana yang kesal.

“Apakah aku dulu sering kabur dari kastil?” tanya Lilyana.

“Aku sedang patroli di pusat kota. Apakah kau mau ikut, adikku yang cantik?” tanya Gerwyn. Ia tahu betul bahwa adiknya pasti bosan setengah mati berada di kastil selama seminggu. Ini adalah waktu terlama Lilyana tidak kabur dan hanya mengikuti Daisy ke mana pun.

“Aku ikut!” ucap Lilyana bersemangat dan langsung berlari menuju gerbang utama.

“Jangan lupa penutup wajahmu, Lily!” teriak Gerwyn berlari mengejar adiknya yang semakin menjauh.

“Akh... aku hampir lupa!” ucap Lilyana sambil berhenti setelah mendengar teriakan Gerwyn.

“Ini,” ucap Gerwyn sambil menyerahkan kain penutup wajahnya.

Lilyana langsung mengambil kain itu dari tangan Gerwyn dan segera memakainya.

“Kau tidak ingin mengganti pakaianmu?” tanya Gerwyn memperhatikan gaun panjang yang dipakai adiknya.

“Untuk apa?”

“Aku sedang malas naik kereta kuda. Lagipula, bukankah kuda kesayanganmu juga rindu padamu?” tanya Gerwyn.

“Aku bisa menunggangi kuda?” tanya Lilyana tak percaya.

‘Gadis seperti apa sebenarnya Lily yang asli, sehingga bisa menunggangi kuda dan ingin ikut festival berburu?’ pikir Jasmine. Ia yakin di abad pertengahan seperti ini, tidak lazim bagi perempuan — apalagi bangsawan — untuk menunggangi kuda dan berburu. Biasanya, perempuan hanya mengurus rumah tangga.

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang