⚠️Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
Pasar gelap bukan sekadar lorong suram. Di jantungnya berdiri sebuah balairung bawah tanah raksasa, diterangi lampu minyak berwarna merah darah. Dindingnya dipenuhi simbol-simbol terlarang, sebagian tergores seperti mantra kuno, sebagian lagi masih basah oleh darah.
Hiruk-pikuk memenuhi udara suara pedagang bayangan menawar senjata curian, penyihir hitam berbisik mantra, dan pemburu kepala yang menimbang harga nyawa.
Di tengah kekacauan itu, pada singgasana besi berukir ular bermahkota, duduklah seorang gadis bergaun hitam legam. Wajahnya tertutup selubung halus, hanya sedikit kulit pucat terlihat di balik kain. Tak ada yang tahu siapa dia sebenarnya hanya Jane, tangan kanannya yang telah mati, pernah melihat wajah di balik tirai itu.
Sejak kepergian Jane, tak ada satu pun yang benar-benar tenang di pasar gelap. Semua mengincar posisi Ratu.
Mahkota obsidian di kepalanya berkilau dalam cahaya merah, dan setiap langkahnya membuat seluruh ruangan membungkuk dalam diam. Karena di pasar gelap, hanya ada satu hukum yang diakui semua makhluk:
Hukum Sang Ratu.
Seorang pria bertopeng melangkah mendekat. Suaranya dalam, licik, namun berwibawa.
“Aku membawa pasukan bayangan. Malam ini, kita bisa mengakhiri Daysi.”
Lilyana atau yang mereka kenal sebagai Lady Jasmine menatapnya tenang, seolah membaca isi pikirannya.
>“Kau pikir aku tidak tahu niatmu, Theo? Bahkan di dalam kegelapan, pengkhianat berkilau paling terang.”
Pria bertopeng itu menegang, lalu tertawa kecil.
“Kau memang ratu di sini. Tapi aku pangeran di istana. Jika aku menjatuhkanmu malam ini… aku akan menguasai dua dunia sekaligus.”
Ia memberi isyarat, dan pasukan hitam yang dibawanya mulai bergerak, mengepung singgasana Lilyana.
Namun sebelum pedang mereka sempat terangkat, suara ribuan senjata berderak menggema dari segala arah. Dari balik tirai dan celah tembok, muncul ratusan prajurit bayangan milik Lilyana.
Mata mereka berkilau merah di bawah cahaya api, senjata bergetar dengan aura kematian.
Antoni, panglima bayangan Lilyana, melangkah maju dengan pedang terhunus.
“Berani kau menodai singgasana Ratu Pasar Gelap? Kau dan pasukanmu sudah mati sejak menjejakkan kaki di sini.”
Theo terdiam. Matanya melirik sekeliling. Ia dan anak buahnya kini dikepung dari segala arah kalah jumlah, kalah kuasa.
-
Lilyana bangkit perlahan dari singgasana. Senyumnya dingin—indah, namun mematikan.
“Theo… kau ingin menjatuhkanku? Kau lupa satu hal. Di istana, kau mungkin pangeran. Tapi di bawah tanah ini… aku penguasa segalanya. Setiap pedang, setiap racun, setiap rahasia tunduk padaku. Dalam sekejap aku bisa menghancurkan seluruh wilayahmu bahkan namamu.”
Langkahnya pelan, tapi tiap hentak gaunnya menggema di lantai batu.
“Aku bisa mengulitimu di depan semua orang, menjadikanmu contoh bagi siapa pun yang berani mengkhianatiku. Tapi tidak… kau masih terlalu berharga.”
Ia mendekat, suaranya berubah menjadi bisikan tajam di telinga Theo.
“Mulai malam ini, kau akan hidup. Tapi hidupmu hanyalah pinjaman. Sekali kau berpaling pada Daysi, sekali kau mencoba bermain dua sisi aku akan pastikan wajahmu tergantung di gerbang pasar gelap, sebagai pangeran yang dipotong oleh rakyat bawah tanah.”
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Ficción históricaBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
