⚠️Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
Natsha hendak melanjutkan ceritanya, namun tiba-tiba suara derap langkah kuda terdengar dari luar. Tidak lama, seorang pelayan berlari masuk dengan wajah pucat pasi.
“Maaf mengganggu, Lady... ada seseorang yang memaksa ingin bertemu dengan Lady Daysi.”
Lilyana dan Natsha saling berpandangan.
“Siapa?” tanya Lilyana tegas, suaranya dingin namun terkontrol.
“Seorang pria, Nyonya... Ia mengaku pernah menjadi pengawal pribadi Lady Daysi di ibu kota. Namanya Kael.”
Daysimenatap kosong, ekspresinya nyaris tak terbaca. “Kael?” gumamnya pelan. “Aku... tidak tahu. Mungkin aku pernah mengenalnya, tapi—aku sudah bilang, aku lupa segalanya.”
Nada suaranya tenang, namun Lilyana menangkap kilatan ragu di matanya. Ia tahu benar, keluarga mereka tidak pernah memiliki pengawal bernama Kael.
Pelayan itu kembali bicara dengan suara gemetar, “Dia bersikeras, Lady. Katanya... jika Lady Daysi tidak mau menemuinya, maka ia akan mengungkapkan sesuatu di tengah alun-alun.”
Suasana ruangan seketika menegang. Lilyana menarik napas panjang. “Baiklah,” ucapnya akhirnya. “Bawa dia masuk.”
---
Tak lama kemudian, pintu terbuka. Seorang pria bertubuh tegap melangkah masuk. Wajahnya keras, namun di balik matanya tampak bergetar emosi yang sulit disembunyikan.
“Itu... Lady Daysi?” suaranya nyaris berbisik, seperti memanggil arwah dari masa lalu.
Lilyana berdiri di sisi Daysi, tubuhnya tegang, siap bertindak bila keadaan berubah buruk.
Kael maju dua langkah. Tangannya merogoh saku, mengeluarkan pita rambut berwarna biru tua, kusut dan usang.“Kau memberikannya padaku sehari sebelum kejadian itu,” katanya perlahan. “Kau bilang... jika aku melihat pita ini lagi, artinya aku harus melindungimu, meski seluruh dunia berbalik melawan.”
Daysi menatap pita itu lama sekali. Pandangannya kosong, tapi dalam.
“Aku...” ia menelan ludah. “Maaf, aku sungguh tidak ingat. Tapi... bolehkah aku memegangnya?”
Kael menyerahkan pita itu tanpa ragu. Namun saat jemari halus Daysi menyentuh kain tersebut, Lilyana menangkap gerakan kecil dan cepat seperti seseorang yang mengenali sesuatu tapi berusaha menutupi reaksinya.
“Aku akan mencoba mengingat,” ucap Daysi akhirnya, mengembalikan pita itu dengan senyum samar. “Tapi jangan terlalu berharap dariku.”
Kael menatapnya lama. Sorot matanya campuran antara kecewa dan rindu.
“Kalau begitu... aku akan menunggumu,” katanya lirih. “Sampai kau mengingat siapa aku sebenarnya.”
Ia membungkuk pelan, lalu pergi meninggalkan ruangan.
Keheningan menelan udara.
Natsha menutup pintu perlahan, sementara Lilyana tetap terpaku di tempat, menatap wajah kakaknya yang tampak tenang terlalu tenang.
Daysi meraih cangkir teh di meja, berusaha terlihat santai. Namun Natsha memperhatikan gerakan tangannya.. ada sesuatu yang disembunyikan di dalam genggaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Historical FictionBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
