Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
Jangan lupa komen
h
Keadaan ruang makan Istana Teratai terasa anehnya sunyi, meskipun dipenuhi oleh para bangsawan.
Tak ada suara selain gesekan halus pisau dan garpu di atas piring porselen.
Semua orang sedang menyantap makanan mereka dengan hikmat, tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun terutama para lady muda yang akan menjalani debunte.
Mereka tahu, satu kesalahan kecil saja bisa menentukan nasib mereka selanjutnya.
Di hadapan para lady tersaji semangkuk sup hangat, beberapa jenis sendok, garpu, pisau, dan serbet rapi yang harus digunakan dengan tepat.
Mereka harus memilih alat makan yang sesuai untuk setiap hidangan, mengatur porsi dengan bijak, karena jumlah makanan malam ini tidak sedikit mulai dari pembuka, utama, hingga penutup dan setiap gerakan mereka dinilai.
Di sisi tengah meja kehormatan, Lilyana dan Pangeran Mahkota Alasdair duduk berdampingan.
Tatapan keduanya saling bertaut dalam keheningan seolah satu pandangan saja sudah cukup untuk membuat mereka saling memahami.
Tanpa berkata apa pun, Alasdair meraih sendok Lilyana dan mengambil potongan kentang dari dalam supnya. Ia tahu, Lilyana tidak menyukai kentang dalam sup.
Lilyana hanya tersenyum manis padanya.
Pemandangan itu membuat seluruh meja berhenti sejenak.
Beberapa lady menatap mereka dengan iri, terutama mereka yang terang-terangan berambisi menjadi selir Alasdair suatu hari nanti.
“Terima kasih, Airy,” ucap Lilyana lembut sambil menatap suaminya penuh arti.Ia tahu, setiap mata di ruangan itu kini memperhatikannya dan ia menikmati setiap detik menjadi pusat perhatian, karena saat itu, posisinya sebagai istri pangeran mahkota begitu jelas di mata semua orang.
Ketika Countess of Snowdon membunyikan lonceng kecil, seluruh ruangan langsung menegakkan punggung.
Itu tanda bahwa hidangan utama akan disajikan.
Para pelayan masuk dengan langkah anggun, membawa piring-piring berisi daging panggang dan sayuran yang disusun dengan sempurna.
Namun, di balik keindahan itu tersembunyi ujian.
Malam ini, daging sapi itu sengaja dimasak sedikit alot untuk menguji kesabaran dan ketepatan para lady.
Seorang lady sejati harus mampu memotong daging tanpa menimbulkan suara, tanpa menggerakkan piring, dan tanpa kehilangan kendali atas ekspresinya.
Lilyana berusaha memotong daging di hadapannya, tapi Alasdair tiba-tiba menarik piringnya dengan tenang, menukarnya dengan piring miliknya sendiri yang sudah selesai dipotong.
“Terima kasih, Airy,” katanya lagi dengan senyum lembut.
“Untukmu, apa pun akan kulakukan, istriku,” jawab Alasdair sambil mengelus lembut kepala Lilyana.
Sekali lagi, semua mata menatap mereka kali ini dengan campuran kagum dan iri.
Bagi para bangsawan, cinta seperti itu adalah kemewahan yang langka.
Namun bagi sebagian lainnya, pemandangan itu adalah pengingat akan rumor yang mereka harap benar: kabar bahwa hubungan Lilyana dan Alasdair sedang retak.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Ficção HistóricaBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
