Capture 59

1.6K 76 2
                                        

⚠️Typo berserakan⚠️

jangan lupa vote

🌻Happy reading 🌻


 
,   




Suara gaduh makin riuh. Para bangsawan berbisik keras, sebagian menunjuk ke arah Lilyana, sebagian lagi menatap Ludwig dengan curiga.

Seorang Duke tua menghentakkan tongkatnya ke lantai, suaranya serak namun menggema.

“Jika ini benar, maka bahaya besar sedang duduk di sisi pewaris takhta! Kekaisaran tak bisa dipimpin oleh wanita yang bermain di pasar gelap!”

Namun Countess Veyra, sekutu lama keluarga Ternay, segera bangkit dengan tatapan menyala.

“Dan siapa yang lebih pantas memimpin pasar gelap selain wanita yang bisa mengendalikannya dengan ketenangan? Lebih baik dia di pihak kita daripada di pihak musuh!”

Kaisar mengetukkan tongkat emasnya, suaranya bergema menggetarkan pilar-pilar istana.

“Diam! Balairung ini bukan pasar malam!”

Tapi amarah dan bisikan tetap tak terbendung.

Dari barisan depan, Daysi melangkah anggun. Gaun ungunya berkilau, suaranya lembut namun penuh bisa.

“Yang Mulia Kaisar, izinkan hamba menambah sedikit kebenaran. Tidakkah Yang Mulia bertanya-tanya... mengapa racun yang dulu hampir merenggut nyawaku bisa lolos dari pasar gelap? Karena ada tangan dalam yang membiarkannya. Siapa lagi kalau bukan adikku tercinta, Lilyana—yang kini terbukti sebagai Ratu Bayangan?”

Sorak dan bisik langsung pecah. Sebagian bangsawan tampak percaya, sebagian lain menatap Lilyana dengan tatapan gamang.

> “Cukup, Daysi!” seru Count Ternay, ayah mereka. “Kau boleh menghina ayahmu, boleh meragukan siapa pun, tapi jangan fitnah adikmu sendiri! Lily tidak seperti itu!”

Daysi tersenyum, dingin dan penuh kemenangan.

“Oh, ayahanda… bukankah lebih baik mengaku sekarang, sebelum rahasia keluarga kita terbuka di hadapan semua orang? Bukankah Lilyana bukan anak kandung Ibu Iris, melainkan anak dari seorang pelayan? Fakta itu saja sudah cukup meruntuhkan kehormatannya. Dan kini dengan bukti pasar gelap semua potongan puzzle pas dengan sempurna, bukan?”

Balairung bergemuruh. Bangsawan berdiri dari kursi mereka, menuntut kejelasan.

Lilyana akhirnya bangkit. Ia berdiri perlahan, gerakannya lembut namun tegas. Tatapannya dingin, senyumnya nyaris seperti pisau yang diselubungi keanggunan. Riuh seketika mereda—semua mata tertuju padanya.

“Menarik sekali,” ucapnya lirih, namun terdengar jelas. “Hari ini, seluruh balairung tampak seperti pengadilan… dan aku menjadi terdakwanya. Tapi apakah kalian lupa, di istana ini tak ada yang disebut kebetulan? Jika ada racun, surat, atau pasar gelap—semuanya tercatat. Dan aku…” senyumnya bertambah samar, “…memiliki catatannya.”

Tatapannya menembus Ludwig, lalu beralih pada Daysi.

“Namun, aku tidak akan membacakannya sekarang.”

Kerumunan terkejut. Kaisar mengetuk tongkatnya.

“Kenapa tidak?”

Riuh semakin memanas. Sebagian bangsawan mendukung Ludwig, sebagian membela Lilyana. Kaisar berulang kali memerintahkan diam, namun suaranya tenggelam dalam hiruk-pikuk.

Lilyana tetap tenang. Ia melangkah ke tengah ruangan, gaunnya berkilau seperti langit malam. Tatapannya tajam menembus Ludwig yang berdiri angkuh.

“Grand Duke Ludwig,” katanya dengan nada lembut tapi berbahaya. “Kau menuduhku sebagai Ratu Pasar Gelap… pengkhianat kekaisaran. Menarik sekali.”

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang