capture 19

3.7K 161 3
                                        

⚠️Typo Berserakan ⚠️

Jangan lupa Vote

🌻Happy Reading 🌻



Thanks

-

Sang surya masih bersembunyi di peraduannya ketika rakyat Nordhagen telah memenuhi alun-alun kota. Kabut dingin menyelimuti jalan-jalan batu, dan aroma kayu terbakar perlahan bercampur dengan wangi roti panggang.

Festival musim dingin selalu diadakan setiap tanggal tujuh belas, namun berbeda dari kota lain, rakyat Nordhagen memilih merayakannya sebelum matahari terbit waktu di mana langit masih kelam dan salju berkilau diterpa cahaya lentera.

Rombongan Pangeran Mahkota telah tiba di alun-alun. Alasdair dan Lilyana duduk di panggung kehormatan, menyaksikan rakyat memanggang domba, ubi, dan roti untuk santapan bersama. Uap panas dari tungku menari di udara, menghangatkan pagi yang membeku.

Lilyana menggosok kedua telapak tangannya, berusaha menyalakan sedikit kehangatan di antara dinginnya udara.

"Cokelat panas Anda, Yang Mulia," ucap Sandra sambil menyerahkan secangkir minuman.

"Terima kasih, Sandra," sahut Lilyana lembut, meniup uap hangat dari permukaan cangkir.

"Kau bisa tetap berada di kastil kalau kedinginan," ujar Alasdair tanpa menoleh.

Lilyana menatapnya tajam. "Bukankah Anda sendiri yang mengajakku datang ke sini, Yang Mulia?"

Alasdair hanya bisa menghela napas berat. Ia tahu, dalam perdebatan, dirinya tak pernah menang dari Lilyana.

"Bukankah Anda juga yang mengatakan bahwa saya menghilang selama sebulan, dan itu akan memengaruhi citra Anda sebagai Pangeran Mahkota?" lanjut Lilyana dengan nada menyindir.

Alasdair menatapnya pasrah. "Bisakah kita tidak berdebat, satu hari saja?"

"Kau yang selalu memulainya, Yang Mulia," sahut Lilyana cepat.

"Baiklah, aku yang salah," ujar Alasdair akhirnya menyerah. "Tapi kali ini, tunjukkan pada semua orang bahwa kita adalah pasangan yang bahagia."

Lilyana diam. Ia hanya menatap permukaan cokelat panasnya yang beruap, lalu meneguknya pelan.

"Sandra, ambilkan kain tebal untuk Putri Mahkota," perintah Alasdair.

Namun sebelum Sandra sempat bergerak, Alasdair melepas jubah tebalnya dan menyampirkannya di bahu Lilyana. Sentuhan hangat kain itu membuat Lilyana terdiam sejenak.

Seingat Alasdair, dulu gadis itu sangat tahan terhadap udara dingin. Bahkan, ketika masih di akademi, Lilyana pernah keluar dari Hutan Moonthrly di tengah badai salju-dan tetap tersenyum. Tapi kali ini... sikapnya berbeda, seolah Nordhagen benar-benar asing baginya.

"Hachoo..." Lilyana bersin kecil. "Aku benci udara dingin!"

Alasdair menatapnya, terkejut. "Sejak kapan kau membenci dingin? Bukankah kau dulu sangat menyukai salju?"

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang