⚠️ Typo berserakan ⚠️
jangan lupa Vote
🌻Happy Reading guys 🌻
Suasana tegang. Udara seakan membeku. Semua orang masih tercengang oleh pengakuan Ludwig.
Kaisar diam membatu di singgasananya. Tangan tuanya menggenggam erat pegangan kursi jemarinya bergetar. Ia tidak pernah menyangka, putra yang paling ia cintai, putra yang selama ini ia banggakan, ternyata mengkhianatinya.
Andai saja Ludwig adalah anak pertama, meski lahir dari seorang selir, ia pasti telah dijadikan penerus takhta.
Sementara itu, Permaisuri Raline gemetar menahan amarah dan rasa bersalah. Ia menyayangi Ludwig seperti anak kandungnya sendiri. Mungkin karena rasa bersalah yang membebani hatinya rasa bersalah atas racun yang dulu membunuh ibu kandung Ludwig.
Para bangsawan masih terdiam. Di mata mereka, Ludwig adalah pangeran yang baik hati, dekat dengan rakyat, dan penuh kasih. Ia selalu menolong saat bencana menimpa wilayah kekuasaannya.
Namun kini, bayangan pengkhianat menodai nama yang dulu begitu disegani.
Langkah bergaun merah terdengar lembut di tengah keheningan.
Daysi melangkah maju dengan anggun setiap gerakannya seperti racun yang disembunyikan dalam keindahan. Cahaya lilin memantul di kain sutranya yang berkilau gelap.
“Yang Mulia Kaisar…” suaranya bening, menusuk setiap telinga.
“Bukankah ini bukti paling nyata betapa busuknya rahasia keluarga istana? Bahkan darah daging Kekaisaran sendiri dipaksa tumbuh dalam kebencian karena ulah Permaisuri dan sekutunya.”
Ia berhenti sejenak, lalu menoleh ke arah Ludwig. Tatapannya setengah iba, setengah meremehkan.
“Grand Duke of Black… meski aku tidak membenarkan niat pengkhianatanmu, aku bisa memahami alasanmu. Kau hanyalah korban dari ambisi perempuan-perempuan yang menguasai singgasana dengan racun dan tipu daya.”
Bisikan para bangsawan makin ramai. Beberapa mulai mengangguk, ada yang melirik tajam ke arah Permaisuri.
Daysi kembali menatap Kaisar, suaranya kini lebih keras dan penuh dramatisasi.
“Yang Mulia, tidakkah Anda melihat? Ini bukan sekadar tentang Ludwig, tapi tentang akar kebobrokan istana yang selama ini disembunyikan! Bukankah Lily juga terjerat dalam permainan kotor ini? Bukankah ia — istri Putra Mahkota pernah terlibat dalam pasar gelap tempat racun itu diperjualbelikan?”
Ia mengangkat tangannya seperti orator di depan massa.
“Jika Ludwig lahir dari dendam, maka Lily lahir dari rahasia kelam yang dibiarkan tumbuh dalam kegelapan. Dan kini kita semua menyaksikan akibatnya pengkhianatan, racun, dan darah!”
Balairung bergemuruh. Beberapa bangsawan berteriak:
“Ini aib bagi Kekaisaran!”
“Semua harus diadili baik Ludwig maupun Tuan Putri!”
Ludwig tersentak. Ia sadar Daysi sedang memanfaatkan pengakuannya untuk menyeret Lilyana ke dalam jurang yang sama.
Namun Lilyana tetap tenang. Ia berdiri di samping Alasdair, wajahnya datar, senyumnya tipis dan berbahaya.
Kaisar menatap seisi ruangan dengan mata gelap dan penuh amarah. Para bangsawan mulai gelisah. Sebagian memandang Lilyana dengan hormat, sebagian lain dengan ketakutan.
Daysi tampak pucat, namun sorot matanya masih menyala penuh perhitungan.
Daysi melangkah lagi ke depan, suaranya tajam bagai bilah belati.
“Lily... kau boleh saja menunjukkan bukti, tapi jangan berpikir kau bisa lolos begitu saja. Kau sendiri sudah mengaku sebagai Ratu Pasar Gelap! Apa kau kira gelar itu bukan noda? Apa kau kira Kekaisaran akan menerima seorang perempuan yang bersimbah dosa dunia bawah sebagai permaisuri Putra Mahkota?”
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Fiksi SejarahBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
