⚠️Typo Berserakan ⚠️
Jangan lupa Vote
🌻Happy Reading 🌻
Kota ibu kini berubah menjadi lautan manusia. Jalan-jalan penuh sesak oleh para pengungsi dari Terraverda. Anak-anak menangis kelaparan, para ibu meratap kehilangan rumah, dan para lelaki berjuang sekadar untuk bertahan hidup.
Ibu kota yang dulu megah kini tampak berantakan. Di setiap sudut jalan, rakyat yang kehilangan tempat tinggal tidur di emperan, berharap belas kasih dari kekaisaran. Namun harapan itu cepat sirna. Bantuan dari pihak istana hanya datang beberapa hari setelah itu, sunyi. Tak ada lagi makanan, tak ada tempat penampungan, tak ada belas kasihan.
---
“Apakah semuanya sudah tiba?” suara Lilyana terdengar dingin, nyaris tanpa emosi.
“Belum, Lady,” jawab Antoni dengan gugup. “Masih ada separuh pekerja kebun yang belum tiba. Mereka membawa bibit racun dan penawar yang sangat berharga. Jika mereka menjualnya ke pasar gelap, mereka bisa hidup sejahtera selama sepuluh tahun.”
Lilyana memejamkan mata sejenak, menahan amarah dan lelah yang menumpuk.
“Ampun, Lady,” sambung Antoni cepat. “Saya pastikan besok pagi mereka sudah tiba di Hutan Terlarang.”
Tanpa menanggapi, Lilyana berbalik meninggalkan Antoni. Tubuhnya terasa berat, tapi pikirannya lebih berat lagi. Suami dan kakaknya belum juga kembali ke ibu kota. Mereka menghilang — seolah ditelan bumi.
“Apakah semuanya sudah memiliki tempat tinggal di sini, Jane?”
“Sudah, Lady,” jawab Jane cepat. “Sebagian bekerja di penginapan dan beberapa di restoran. Saya tidak menempatkan terlalu banyak orang di Hutan Terlarang agar tidak menarik perhatian.”
“Baik. Aku akan kembali besok pagi.”
Lilyana menaiki kudanya dan melaju menembus jalan berbatu. Ia telah mencari informasi tentang Alasdair dan Gerwyn selama berhari-hari — namun hasilnya nihil.
🌻🌻
Matahari telah kembali ke peraduannya. Namun Istana Bintang masih diselimuti kesunyian. Tak ada suara musik, tak ada langkah dayang, hanya angin malam yang berdesir di antara pilar-pilar marmer.
Lilyana berdiri di depan gerbang utama, menatap ke kejauhan. Tak ada tanda-tanda kedatangan Alasdair.
“Arthur, apakah sudah ada kabar tentang Pangeran Mahkota dan juga Gerwyn?” tanyanya lirih.
“Belum, Yang Mulia,” jawab Arthur dengan nada berat. “Kabar terakhir yang kami terima, Pangeran Mahkota berangkat ke Terraverda menyusul Anda saat gempa terjadi. Setelah itu, tak ada berita lagi.”
Lilyana terdiam. Kata-kata itu menusuk dadanya.
Mungkinkah… pria bertopeng itu yang menculik mereka?
Tidak, pikirnya cepat. Pria bertopeng tidak sebodoh itu. Ia terlalu berhati-hati, terlalu penuh perhitungan untuk mengambil risiko sebesar itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Replacement Lady (End)
Historical FictionBagaimana jadinya jika seorang pengangguran semenjak lulus kuliah tiba-tiba masuk ke dunia novel yang sudah 3 tahun lalu tak sengaja ia tulis, sialnya novel itu belum selesai ia tulis karena tiba-tiba ide ceritanya hilang entah kemana? Kesialan be...
