Capture 30

2.8K 131 0
                                        

Typo Berserakan ⚠️

   Jangan lupa Vote

  🌻Happy Reading 🌻

Jangan lupa komen


Alasdair berlari sekuat tenaga meninggalkan ruang kerjanya begitu mendengar kabar bahwa Lilyana tidak sadarkan diri sejak dua jam yang lalu. Ia baru saja mendapat berita itu dari salah satu kesatria kediaman Ternay yang datang terburu-buru ke istana.

Sejujurnya, Alasdair tidak pernah benar-benar rela membiarkan Lilyana pergi meninggalkan kediaman mereka. Namun, mengingat istrinya itu belum pernah sekalipun pulang ke rumah Ternay sejak menikah, ia akhirnya mengizinkannya. Ia berpikir, mungkin Lilyana hanya membutuhkan waktu untuk sendiri untuk beristirahat dari semua tekanan istana.

Sejak mereka kembali dari Kerajaan Therius, Lilyana tampak semakin menjauh. Ia sering termenung, murung, dan sulit diajak berbicara. Alasdair tahu, perubahan itu dimulai sejak pertemuan Lilyana dengan Permaisuri. Ia bisa menebak apa yang terjadi ibunya pasti telah mengancam Lilyana, demi kepentingan istana dan kekuasaan yang terus ingin ia jaga.

Alasdair sudah berusaha keras menjaga agar gosip-gosip kotor di luar istana tidak sampai ke telinga istrinya, agar Lilyana tak semakin tertekan. Namun, ia tahu betul: ibunya, Permaisuri Raline, selalu punya cara. Dan sering kali, cara itu berarti mengorbankan seseorang.

“Pangeran Mahkota! Kau mau ke mana?”


Suara lantang itu terdengar di belakangnya, namun Alasdair tak menggubris.

“Pangeran Mahkota! Kau tidak mendengarkan ibumu!” seru Raline ketika putranya terus melangkah cepat, tanpa menoleh.


Dengan enggan, Alasdair menghentikan langkahnya dan berbalik. Tatapannya tajam, suaranya dingin.

“Aku sedang terburu-buru, Ibu. Aku tidak punya waktu untuk meladeni omonganmu.”


“Apakah ada sesuatu yang lebih penting dari ibumu?” tanya Raline, nada suaranya meninggi.


Alasdair menarik napas panjang, menatap ibunya lurus-lurus.

“Dengarkan aku, Yang Mulia. Jika terjadi sesuatu pada Lily… maka Ibu akan berhadapan langsung denganku.”


Tanpa menunggu jawaban, Alasdair berbalik dan berlari meninggalkan istana.

“Aku tidak melakukan apa pun pada istrimu!” teriak Raline di belakangnya, namun suaranya hanya tenggelam dalam langkah kaki Alasdair yang menjauh — bersama rasa panik yang menyesakkan dadanya.


🌻🌻🌻

Begitu tiba di kediaman Ternay, Alasdair langsung berlari menuju kamar Lilyana. Ia tak memedulikan sapaan para pelayan, bahkan tak sempat memberi hormat kepada Grand Duke Alferd — ayah mertuanya. Yang ia pikirkan hanyalah satu hal: Lilyana harus selamat.

The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang