New strory

2.3K 25 0
                                        

Guys ini cerita baru aku, 

mudah-mudahan kalian suka ya guys, cerita kali ini bukan trasmigerasi tapi masih tentang kerajaan. 

              Tujuh tahun telah berlalu sejak masa débutante Isabelle. Namun hingga kini, ia tak kunjung menikah sebuah fakta yang membuatnya dicap sebagai "perawan tua" di kalangan bangsawan kelas atas. Statusnya sebagai putri tertua dari keluarga Viscount D'Averly justru memperburuk keadaan. Setiap pesta, setiap pertemuan sosial, selalu ada bisikan-bisikan sinis yang menyebut namanya dengan nada kasihan atau ejekan.

            Cibiran itu semakin menjadi-jadi setelah pertunangannya dengan putra Duke of Norchester dibatalkan secara memalukan. Sejak saat itu, Isabelle D'Averly yang dulu dielu-elukan karena kecantikan dan keanggunannya, kini hanya menjadi bahan gosip meja teh para nyonya bangsawan.

          Sebelum semua itu terjadi, Isabelle adalah sosok yang begitu disegani di kalangan muda. Wajahnya lembut, tutur katanya sopan, dan langkahnya selalu anggun. Ia bahkan menjadi guru muda di Akademi Saint-Claire, sekolah bergengsi bagi anak-anak bangsawan. Di sanalah ia dikenal sebagai sosok wanita yang sempurna setidaknya sebelum kehormatan keluarganya ternoda oleh kabar batalnya pertunangan itu.

             Awalnya, Isabelle mencoba bersikap acuh. Namun lama-kelamaan, tekanan itu semakin berat. Para bibinya mulai berlomba-lomba menjodohkannya dengan pria-pria yang bahkan tak ia kenal. Setiap kali ia menolak, pandangan iba atau lebih tepatnya, pandangan meremehkan muncul di mata mereka.

         Hingga suatu hari, di tengah acara amal yang diadakan di Akademi Saint-Claire, matanya tanpa sengaja menangkap sosok pria tinggi berbalut mantel hitam dengan lambang keluarga von Eisenwald, keluarga bangsawan tertinggi kedua di kerajaan setelah keluarga kerajaan sendiri. Ia adalah Grand Duke Alexander von Eisenwald, pria yang jarang menampakkan diri di hadapan publik, dikenal karena kecerdasan, ketegasan, dan reputasi dinginnya.Sebuah ide gila tiba-tiba muncul di benak Isabelle. Ide yang bahkan membuat jantungnya berdegup lebih cepat hanya dengan memikirkannya.

         Jika hanya pria seagung Grand Duke yang menjadi suaminya, tidak akan ada satu pun yang berani mencibirnya lagi. Tanpa pikir panjang, Isabelle melangkah mendekati pria itu. Suasana aula mendadak senyap ketika gaun biru lembutnya menyibak di antara para tamu. Dengan keberanian yang bahkan membuat dirinya sendiri terkejut, Isabelle menatap Alexander lurus-lurus dan berkata dengan suara yang nyaris bergetar, "Maaf, Yang Mulia Grand Duke... apakah Anda mau menikah dengan saya?"

        Untuk sesaat, waktu seolah berhenti. Semua mata menatap ke arah mereka.Alexander von Eisenwald menatap Isabelle tanpa ekspresi. Sorot matanya sedingin es Alpen, sementara bibirnya melengkung tipis entah mengejek atau sekadar bingung."Mungkin... Anda salah orang, my lady,"

 Anda salah orang, my lady,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





The  Replacement Lady (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang