Pagi ini, Queen bangun sedikit kesiangan daripada biasanya. Tidurnya semalam benar-benar lelap sampai membuatnya malas bangun tadi pagi.
Setelah bangun, Queen langsung menuju dapurnya untuk membuat jus buah favoritnya, jus jambu. Setelah itu, ia meminumnya ditemani oleh French toast buatannya sebagai sarapannya hari ini.
"Oh, aku hampir lupa!" Tiba-tiba Queen berseru sembari berlari masuk ke kamarnya.
Di dalam kamar, Queen terlihat sedang mencari sesuatu di kasurnya. Karena tidak menemukan barangnya di sekitar kasur, ia pun mulai mencarinya di tas yang kemarin ia pakai. Mulai khawatir karena tidak ketemu, ia mencarinya di koper yang ia gunakan untuk ke Munich.
"Dimana ponselku?" tanyanya pada dirinya sendiri dengan gusar.
Ponsel yang Queen maksud adalah ponsel yang biasa digunakan untuk berkirim pesan dengan Kynan. Pagi ini, ia berencana untuk mengirim pesan pada Kynan, tapi ia masih belum menemukan ponsel itu sampai sekarang.
Langsung saja setelah itu, Queen berlari turun ke ruang tengah. Ia mencari-cari ponselnya di sofa dan meja-meja yang ada. Tapi, hasilnya masih sama. Tidak ada.
Karena sudah merasa sangat gusar, Queen mengambil ponselnya yang lain untuk menghubungi Anitta. Siapa tahu Anitta yang menyimpan ponselnya, walaupun beberapa hari yang lalu Queen sudah mulai menyimpannya sendiri.
Panggilan pertama tak dijawab oleh Anitta. Queen menjadi semakin gusar. Dahinya berkerut dalam dan menggigit ibu jarinya sembari terus mencoba menghubungi Anitta. Tapi, tetap saja teleponnya tak dijawab sama sekali oleh Anitta.
"Shit!"
***
Karena Anitta yang tak menjawab telepon Queen tadi pagi, mau tak mau Queen harus mandi dan bersiap-siap untuk kemudian langsung pergi ke kantor agensinya. Tadinya, dia sudah menuju apartemen Anitta, tapi ternyata kosong. Jadilah ia sekarang di kantor agensi berharap Anitta ada di sini.
Namun, saat Queen pergi mencari Anitta di ruang istirahat mereka, Anitta tidak ada disana. Queen pun mencoba untuk mencari Anitta di kafe dan ruangan-ruangan lainnya. Tapi, tetap saja Anitta tidak ditemukan.
Sembari Queen mencari Anitta dimana-mana, Queen mencoba menelepon ponsel Anitta. Awalnya memang tidak diangkat. Tapi, barulah terdengar suara sapaan Anitta setelah percobaan ketiga.
"Anitta, ada dimana kau sekarang? Kenapa daritadi kau tidak menjawab teleponku?! Kenapa kau tidak ada di apartemen atau di agensi?!" Queen langsung berhenti di lobi dan menyerang Anitta dengan berbagai pertanyaan dengan gusar.
"Aku ada di rumah ibuku sekarang. Maaf, aku baru saja bangun," sahut Anitta dengan suara khas bangun tidurnya. Bahkan, Queen dapat mendengar Anitta yang menguap, membuatnya menggelengkan kepalanya. "Kenapa kau mencariku pagi-pagi ini? Bukannya kau tidak ada jadwal apapun hari ini?"
"Aku butuh bantuanmu. Aku tidak bisa menemukan ponselku yang satunya!" seru Queen masih dengan gusar.
"Hm? Bukannya aku sudah memberikannya padamu dan kau yang menyimpannya sejak hari itu," sahut Anitta.
"Iya, aku tahu itu. Tapi, aku tidak bisa menemukannya semenjak kita pulang dari Munich!" seru Anitta.
"Munich?" tanya Anitta yang dari tempatnya tengah berpikir keras dimana kira-kira mereka meletakkan ponselnya. "Aku tanya padamu sekarang, apa kau yakin kau sudah memasukkan semua barang-barangmu sebelum pulang ke Munich?"
"Tentu saja sudah, aku—"
Tiba-tiba saja Queen tercekat dan membeku di tempatnya. Baru saja ingatannya datang. Ingatannya saat terakhir kali ia menggunakan ponselnya di malam sebelum ia kembali ke Munich. Saat itu ia menggunakannya untuk berkirim pesan pada Kynan sebentar sebelum kemudian ia tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romance(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
