Tak terasa, hubungan Queen dan Kynan sudah berjalan hampir seminggu setelah insiden ciuman mereka di lobi yang sempat memanas selama empat hari. Bahkan, selama lima hari pertama, keduanya tidak pergi ke agensi untuk antisipasi suasana yang masih ramai karena insiden itu. Barulah sekarang Queen tengah terlihat pergi ke acara pagelaran busana bersama Anitta serta timnya yang lain dengan sedikit tergesa-gesa.
"Argh, semalam aku sudah katakan padamu untuk tidur lebih awal, karena kita punya acara di pagi hari. Tapi, bisa-bisanya kau bangun kesiangan!" Anitta mengomeli Queen sedari tadi mereka meninggalkan apartemen Queen sampai sekarang mereka sudah di ruang rias.
"Aku sudah katakan padamu untuk siap-siap jam delapan pagi. Tapi, bahkan kau belum bangun! Sekarang sudah jam berapa?! Acara jam 11 dan sekarang sudah hampir jam 11, tapi riasanmu masih belum selesai!" seru Anitta yang masih gemas.
"Aku sudah bilang maaf," sahut Queen dengan ringannya sembari menguap di tengah-tengah dirinya yang sedang dirias.
Anitta menggelengkan kepalanya dengan jengah menyadari perilaku Queen yang berubah selama beberapa hari ini. "Apa saja yang kau lakukan semalam sampai membuatmu tidak bangun pagi dan bahkan mengabaikan pesanku?"
"Aku hanya berbincang dengan Kynan melalui video call," jawab Queen dengan santainya.
"Sampai jam berapa?" tanya Anitta.
"Entahlah." Queen mengendikkan bahunya acuh. "Tapi, sepertinya aku sempat melihat jam di ponselku menunjukkan pukul tiga pagi?"
"APA?!" Seketika, suara teriakan Anitta langsung membuat semua orang di ruang rias terkejut dan menatapnya dengan aneh.
"Ada apa denganmu berteriak seperti itu? Jangan membuatku terkejut!" seru Queen.
"Ini tidak bisa dibiarkan," ujar Anitta menggelengkan kepalanya dengan gusar.
Kemudian, Anitta mengambil tempat duduk di depan Queen dan duduk berhadapan dengannya. Sementara Queen hanya diam penasaran kenapa tiba-tiba Anitta berubah menjadi seorang ibu yang sedang marah besar pada anaknya.
"Dengar, ya, Queen. Aku tahu kau sedang jatuh cinta dan ini pertama kalinya kau dalam hubungan romantis bersama Kynan—"
"Apa kau barusan mengejekku?" sela Queen tiba-tiba dengan dahi mengerut kesal.
Anitta menghela napas panjang berusaha untuk sabar. "Diam dan dengarkan aku dulu," ujarnya dengan tajam dan Queen pun terdiam di tempatnya untuk mendengarkan Anitta.
"Aku tidak akan melarangmu untuk berhubungan dengan siapapun, karena aku adalah temanmu. Aku senang akhirnya kau menemukan seseorang yang bisa kau ajak kencan setiap hari. Tapi, sebagai teman, aku harus memberimu beberapa saran ini," ujar Anitta dengan nada seriusnya.
"Walaupun kau sudah memiliki kekasih, tolong jangan lupakan kehidupanmu yang lainnya. Kehidupanmu bukan hanya tentang berkencan dan berbicara manis dengannya. Kau juga punya keluargamu, temanmu, dan juga pekerjaanmu. Tolong jangan lupakan tanggung jawabmu. Mengerti?"
"Iya, iya. Aku mengerti," sahut Queen yang pada akhirnya pasrah setelah mendengar nasehat dari Anitta.
"Kalau begitu, kemarikan," ujar Anitta kemudian yang tiba-tiba mengulurkan tangannya di hadapan Queen.
"Apa?" Dahi Queen berkerut tak mengerti.
"Bawa sini ponselmu," ujar Anitta.
"Untuk apa? Kenapa?" tanya Queen yang terlihat tak terima ponselnya diminta.
"Kau akan kerja selama beberapa jam hari ini. Kau tidak mungkin akan membawa ponselmu ke kehidupan pekerjaanmu, kan? Lagipula biasanya kau juga begitu, bukan? Tidak pernah memegang ponsel selama pekerjaan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romance(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
