47. Woke Up

47 4 0
                                        

Sepi. Hening. Dingin. Itu yang Anitta dan Kynan rasakan hari ini di ruang rumah sakit.

Sudah kedua kalinya mereka berada disini dan itu karena hal yang sama. Lagi-lagi Queen dicelakai sampai masuk rumah sakit. Tapi, Tuhan masih berpihak pada Queen, jadi ia masih bisa diselamatkan, walaupun sampai tiga hari ini ia masih belum siuman.

Sudah tiga hari ini Anitta selalu menemani Queen di rumah sakit. Begitu pula dengan Kynan yang selalu menyempatkan diri untuk ke rumah sakit, walaupun dia sudah mulai sibuk dengan proyek kerja lainnya.

Saat Keanu memberi kabar kalau Neiva menghilang dan kondisi Gavin sedang tidak baik, Kynan turut kebingungan, tapi tetap tidak bisa pergi karena Queen ada di rumah sakit sekkarang. Kini, mereka tengah terduduk hening di ruang tengah dengan pikiran mereka masing-masing.

Hari ini, jam sudah menunjukkan pukul 10.00 AM. Queen terlihat masih diam terbujur di atas ranjangnya. Sementara infus masih terpasang di tangan kirinya dan hanya terdengar bunyi bip berurutan dari alat yang ada disampingnya. Ia bernapas dan semuanya tampak normal, tapi ia belum siuman.

Hingga tak lama kemudian, kelopak matanya yang masih tertutup bergerak dengan gusar. Dahinya berkerut tipis dan jari-jemari tangannya mulai bergerak lepas dari kekakuan.

Perlahan namun pasti, Queen membuka kedua kelopak matanya. Awalnya, pandangannya masih terlihat buram, membuat Queen harus berkedip beberapa kali untuk menyesuaikannya. Terlebih, ada cahaya matahari yang hampir menyilaukan dari jendela samping ranjangnya.

Setelah pandangannya semakin jelas, Queen mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Ia masih merasa sedikit linglung, tidak tahu apa yang sudah menimpa dirinya.

Belum ada di antara Kynan dan Anitta yang sadar kalau Queen sudah siuman. Mereka masih duduk di ruang tengah, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Hingga akhirnya, Queen bersuara kecil membuat Kynan dan Anitta sama-sama memasang telinga mereka baik-baik untuk memastikan suara yang mereka dengar adalah suara yang mereka tunggu-tunggu. Setelah mereka yakin, barulah mereka langsung berlari kecil menghampiri Queen.

"Queen, akhirnya!" seru Anitta yang terharu karena Queen yang sudah terbangun setelah tiga hari tak sadarkan diri. Sementara Kynan sudah berlari memanggil dokter dan suster untuk memberi kabar.

Tak lama kemudian, seorang dokter dan satu perawat perempuan datang. Mereka langsung memeriksa keadaan Queen. Mulai dari bola mata hingga ke denyut nadinya.

"Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa ada rasa sakit yang lainnya?" tanya dr. Ivan, dokter yang sama dengan yang terakhir kali memeriksa Queen.

Dahi Queen berkerut. "Kerongkonganku rasanya kering."

"Apa kau masih ingat terakhir kali bagaimana kau meminum racun bunga Belladonna?" tanya dr. Ivan.

Queen menggeleng kecil. "Aku hanya ingat aku sedang menghampiri pesta," jawabnya lirih. "Tapi, katamu tadi aku meminum racun?"

dr. Ivan menghela napas sembari tersenyum kecil. "Saat Kynan dan yang lainnya membawamu kesini, wajahmu pucat dan bibirmu membiru. Denyut jantungmu hampir tidak ada dan kau sempat mengalami kejang karena kesulitan bernapas. Suhu badanmu sangat tinggi dan tekanan darahmu langsung melesat jatuh. Kau kritis selama empat jam."

Queen hampir tidak bisa mempercayai apa kata dr. Ivan. Ia sangat terkejut, tapi juga merasa linglung karena tidak ingat apa yang sudah menimpanya.

"Setelah hasil darah keluar, ada kandungan dari buah Belladonna dalam darahmu. Buah itu berbahaya jika diminum atau dimakan, karena mengandung racun. Tapi, untung saja kau bisa berhasil berjuang melawannya dan melewati masa kritis itu," jelas dr. Ivan lagi, tapi Queen sedikit tak memperhatikannya.

Partner for Life - HBS #3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang