2. Ran Away

168 12 0
                                        

Tak terasa satu hari berjalan dengan cepat dan pagi ini adalah hari kedua Kynan berada di Berlin. Ia belum mulai mencari perempuan yang sudah membuatnya menangis, karena kemarin seharian ia terlena untuk menghabiskan waktunya dengan mengelilingi Kota Berlin.

Setelah itu, malamnya Kynan berbincang cukup lama dengan ibunya yang selalu meminta kabar darinya. Inilah yang membuat Kynan dijuluki yang paling dimanjakan oleh orang tuanya di antara ia dan teman-temannya.

Pagi ini, Kynan mencoba untuk sarapan di salah satu kafe yang dekat dengan bangunan penthousenya. Ia mencoba menu andalan kafe ini, yaitu Bratwurst, salah satu makanan khas Jerman yang cukup terkenal.

Sembari menyantap menu sarapannya, Kynan juga membaca-baca majalah pagi ini. Dari sekian banyak halaman, ia tengah membaca artikel mengenai model terkenal Jerman, Queen. Artikel itu menceritakan tentang karir Queen dan skandalnya baru-baru ini.

"Aku jadi ingat Allcia adalah fans Queen," gumam Kynan sembari menatap foto-foto Queen yang menghiasi majalah itu.

Detik berikutnya, Kynan menurunkan majalahnya untuk menyantap sarapannya. Tapi, sebelum ia menyantap makanannya, ia justru mendapati seorang perempuan yang tak asing dengan penglihatannya.

Sesekali, Kynan mencoba untuk menyamakan perempuan yang sedang memesan makanan itu dengan perempuan yang ada di majalah. Ternyata sama. Dia adalah Queen.

"Wah, ini adalah kesempatan emas dapat bertemu model terkenal. Kalau aku bisa mendapatkan tanda tangannya, Allcia dan Keanu pasti akan sama-sama menjadi histeris." Kynan membatin dengan senyum anehnya.

Tepat setelah itu, Queen terlihat pergi dari meja pesanan sembari membawa satu wadah pesanannya. Melihatnya, Kynan langsung beranjak berlari kecil mendekati Queen sambil berteriak, "Tunggu!"

Tapi, apa daya. Dua orang bodyguard langsung menghentikan Kynan yang sebentar lagi berhasil mendekati Queen. Sementara itu, Queen melihat sekilas ke belakang dimana dua orang bodyguardnya tengah mencekal seorang laki-laki tampan.

"Tunggu dulu, bisakah aku mendapatkan tanda tanganmu?" pinta Kynan,

Sangat tampan, pikir Queen sekilas saat menatap laki-laki itu. Tapi, ia tetap berusaha tak mempedulikannya dan tetap naik ke mobil vannya. Tak lama kemudian, mobilnya pun melaju meninggalkan daerah kafe.

Setelah mobil van Queen pergi, dua bodyguard yang mencekal Kynan pun melepaskan cekalan mereka dan pergi meninggalkan Kynan. "Dia mendengarku dan bahkan melihatku. Tapi, dia tetap mengacuhkanku. Apa semua orang terkenal di sini bersikap seperti itu?" gumamnya kesal sembari merapikan pakaiannya.

Sementara itu, di dalam mobil van, Anitta yang duduk di samping Queen sempat memperhatikan laki-laki yang tadi mengejar Queen selama beberapa saat. "Laki-laki itu tadi mengingatkanku pada seseorang," ujarnya lirih, tapi Queen dapat mendengarnya.

"Siapa?" tanya Queen dengan tatapan yang masih berfokus pada ponselnya.

"Teman SMA-ku dulu saat aku masih tinggal di Sydney," jawab Anitta. "Kau masih ingat laki-laki yang pernah kuceritakan padamu dulu, kan? Dia yang tampan dan kaya, bahkan terkenal sesekolah."

"Ah, yang itu!" seru Queen sembari menatap Anitta dan mengangguk mantap. "Jadi, maksudmu laki-laki itu adalah teman sekolahmu itu dulu?"

"Entahlah. Sudah bertahun-tahun kami tidak pernah bertemu. Aku juga tidak pernah tahu kabar tentang Sydney lagi."

"Kupikir kalau kau menyukainya, kau tidak akan pernah melupakan wajahnya," oceh Queen asal.

"Siapa yang menyukai siapa?" seru Anitta terkejut. "Aku tidak akan pernah bisa menyukai laki-laki seperti teman sekolahku itu. Maksudku, dia terlalu sempurna untukku. Di samping itu, ia juga tidak pernah terlihat dekat dengan perempuan manapun."

Partner for Life - HBS #3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang