Selamat tahun baru.
Cuaca di luar kamar Queen dan Kynan pagi ini terasa cukup dingin. Namun, tak menghilangkan kenyamanan Queen dan Kynan yang sekarang masih bergelung bersama di balik selimut tebal. Hanya dengan begini, keduanya dapat menyalurkan kehangatan satu sama lain.
Dari belakang Queen, Kynan terlihat mengeratkan pelukannya dan meletakkan dagunya di leher Queen sembari berbisik, "Selamat pagi."
Hanya karena bisikan Kynan di pagi hari, Queen yang masih terpejam kini menyunggingkan senyumnya dan memeluk lengan kekar Kynan yang memeluknya. Pelukan Kynan terasa sangat hangat dan membuatnya nyaman sekali. Rasanya seperti ia tidak ingin melepasnya.
"Kita harus bangun, Queen. Ayo mandi," bisik Kynan sembari mengusap perut rata Queen.
"Hmmhhh," gumam Queen enggan untuk bangun.
Kynan yang ada di belakang Queen tersenyum geli menyadari Queen yang seperti anak kecil pagi ini dan terlihat manja padanya. Namun, hal itu justru membuatnya berpikir tentang ide jahil di benaknya.
Perlahan, Kynan menarik tangannya yang memeluk Queen. Awalnya, Queen mengerutkan dahinya, karena ia merasa Kynan hendak pergi. Jadi, ia hendak berbalik.
Tapi, tiba-tiba saja Kynan mengangkat tubuh Queen yang masih telanjang membuat Queen memekik, namun pada akhirnya tertawa geli. Sementara Kynan terkekeh dan membawanya ke kamar mandi untuk mandi bersama.
***
"Kau tidak perlu memandikanku seperti ini," ujar Queen terkekeh geli saat Kynan sedang menggosok punggung belakangnya dengan duduk membelakangi Kynan di dalam bathub.
"Tidak masalah. Ini kemauanku," sahut Kynan sembari mengendikkan bahunya dan kemudian memajukan badannya dan berbisik, "Setelah ini, kau juga harus menggosok punggungku."
Queen terkekeh geli setelah mendengarnya. Sementara Kynan menggosok punggungnya, ia menggosok kedua tangannya dengan sabun busa. Detik kemudian, ia memekik kecil sembari terkekeh saat tiba-tiba saja Kynan menariknya menempel ke tubuhnya. Lalu, ia langsung mengusap tubuh bagian depan Queen dengan perlahan.
"Aku bisa melakukannya sendiri, kau tahu?" ujar Queen yang seperti sedang menahan sesuatu. Terlebih saat Kynan mengusap payudaranya dan meremasnya pelan.
"Tapi, rasanya tetap berbeda, kan?" sahut Kynan dengan santainya sambil terus mengusap tubuh Queen.
"Kau memang sengaja melakukannya, bukan?" ujar Queen yang tak bisa menyembunyikan desahannya lagi.
"Bilang saja kalau kau menyukainya," bisik Kynan penuh sensual sembari menggigit daun telinga Queen. Sementara Queen hanya pasrah menyandarkan kepalanya ke pundak kiri Kynan.
Rupanya tangan Kynan semakin nakal. Puas atau tidak puas bermain dengan payudara Queen, tangannya mulai bergerak ke bawah dengan perlahan. Hingga akhirnya ia dapat meraba kulit luar inti tubuh Queen.
Kedua mata Queen terpejam menikmati usapan Kynan yang benar-benar membuatnya pusing, tapi ia tak ingin itu berhenti. Ia ingin yang lebih.
"Kynan, jangan menyiksaku," erang Queen dengan jujur.
Kynan terkekeh. Ia mengerti maksud Queen dan detik berikutnya, ia mulai memasukkan satu jarinya dengan perlahan.
Queen menggigit bibir bawahnya dan kedua kakinya merapat menghimpit tangan Kynan yang ada di selangkangannya. Sementara tangannya meraih tangan Kynan yang lainnya untuk memainkan payudaranya yang mulai mengeras.
Desahan Queen bahkan semakin tak terkendali saat Kynan mulai nakal bermain di bawah sana dengan jari-jemarinya yang sudah lihai menggoda Queen. Sudah kesekian kalinya rasa panas menjalar di seluruh tubuh Queen karena perbuatan Kynan, tapi entah kenapa rasanya ia selalu menginginkannya terus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romance(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
